Adapun materi pelatihan ini terbagi menjadi dua sesi antara lain adalah sesi Leadership Session “Towards Data Revolution” yaitu sesi yang ditujukan kepada Pengambil Keputusan, untuk meningkatkan kesadaran serta membangun komitmen dalam implentasi MSDI, yang dibahas dalam hal ini adalah tentang pentingnya membangun ekosistem data dalam perencanaan pembangunan, manfaat implementasi infrastruktur data spasial, dan pentingnya pengelolaan data dalam memperkuat perencanaan kota (Evidence-based urban planning).
“Kemudian sesi MSDI Technical Deep Dive sesi yang di tujukan kepada pejabat teknis pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi dan stakeholder terkait, program ini berbentuk diksusi teknis implementasi Infrastruktur Data Spasial Perkotaan (Municipal Spatial Data Infrastructure – MSDI ) dengan materi antara lain Fondasi dan Peran MSDI, Roadmap MSDI dan Implementasi, Simpul jaringan dan urban planning tools dan pengalaman Kota dalam implementasi MSDI,” kata Nana sapaan akrabnya.
Sementara, Kepala Bidang P3D, Saiful Bahri menjelaskan MSDI ini ada empat pilar dalam mengelola dan memelihara data geospasial antara lain, Institutional, Arranggements, People dan System (IPDS). “Yang masing-masing pilar ini memiliki produk skalebel, gesit dan dapat direplikasi dan dapat digunakan untuk mengembangkan MSDI di Kota manapun,” terangnya.
Direktur Tata Ruang, Pertanahan dan Penanganan Bencana Bappenas, Sumedi Andono Mulyo menjelaskan, persoalan kota semakin kompleks, saling berkaitan antar sektor, antar waktu dan dampaknya lintas lokasi, persoalan kota semakin mengaburkan batas-batas administratif.
Sumedi menjelaskan bahwa saat ini kesadaran akan pentingnya data digital, spasial dan sistem informasi sudah tumbuh di banyak pemerintah daerah, tetapi pengembangannya masih terpisah-pisah dimasing-masing daerah (fragmented) sehingga belum bisa mendukung respon kebijakan yang komperhensif.
“Di samping itu juga ada masalah standarisasi, updating, dan maintenance, seolah-olah kalau sudah membangun aplikasi dan sistem informasi sudah selesai cukup dan sudah jadi smart city. Arahnya harusnya smart utilization, smart planning, smart coordination, dan smart policy response,” jelas Sumedi.
Ditambahkannya, MSDI sangat relevan dalam konteks membangun ekosistem data dan informasi yang berorientasi pada pengembangan kapasitas tingkat lokal secara berkelanjutan, yang bertumpu pada pilar-pilar kelembagaan, SDM, data yang akurat dan terstandarisasi, serta sistem yang memfasilitasi proses penyimpanan dan berbagi pengetahuan. (*/kk)