Kepala Diskop UKM, H Tajudin mengatakan tujuan dari kegiatan ini agar pelaku UKM tahu bahwa produknya bisa keluar atau dikenal orang banyak dengan harus memperhatikan, terutama legalitas usahanya harus lengkap.
Ditambahkan Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kukar, H Dianto Raharjo mengatakan kegiatan ini juga untuk fasilitasi UKM agar bagaimana produk-produk itu bisa mereka promosikan melalui digitalisasi dan jejaring media sosial.
“Seperti media WhatsApp di mana mereka bisa memfoto produknya supaya terlihat lebih menarik, kegiatan kemarin dilaksanakan selama satu hari,” katanya.
H Tajudin pada kegiatan pendampingan kemarin juga berkesempatan menyampaikan apa saja dan bagaimana kebijakan pemerintah terhadap UKM yang ada di Kukar dan khususnya di kecamatan, bagaimana UKM yang ada di wilayah mereka diperhatikan secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.
Sementara dari Klinik UMKM menyampaikan bagaimana produk-produk di Kecamatan Anggana ini bisa digali dan lebih bisa potensi untuk dijual. Karena untuk masuk toko modern pelaku UKM harus punya standar, jadi minimal harus ada NIB, untuk produk makanan harus ada P-IRT.
“Saya juga menyampaikan tentang program yang ada di Dinas Koperasi dan UKM. Jadi kita memperkenalkan dengan teman-teman UKM, mereka ingin semua produknya bisa dikenal secara luas. Dengan adanya legalitas kita mengolah produk-produk itu harus mempersiapkan bahan baku lokal kita,” jelasnya.
Tajudin menjelaskan jangan sampai pada saat ada orang yang ingin membeli produk dengan jumlah banyak, UKM kesulitan dalam mencari bahan baku. Jadi bisa dioptimalkan dengan memaksimalkan bahan-bahan lokal yang ada.
“Contoh kemarin ada produk amplang yang menggunakan bahan baku dari tempat mereka. Nah itu yang kita harapkan bagi para pelaku usaha untuk bisa mengoptimalkan bahan baku lokal yang ada ditempat masing-masing,” jelasnya.
Dianto menegaskan pihaknya akan melakukan kegiatan semacam ini di beberapa kecamatan, jadi kegiatan ini nantinya bisa memotivasi. Untuk pendampingan di Kecamatan Anggana merupakan yang pertama kali, hal ini dikarenakan Kecamatan Anggana sudah memiliki UMKM yang bagus hanya tinggal mengemas produk-produknya saja agar lebih menarik dan menambah nilai jual.
“Untuk kegiatan pendampingan kemarin di Anggana itu baru pertama kali dilaksanakan, namun di bidang kita sudah ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan seperti fasilitas perijinan NIB yang sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Loa Kulu dan Sangasanga,” pungkasnya. (*/)