“Jadi kami ke NTT ini dalam rangka pemulangan orang terlantar yang kita bina lebih kurang dua tahun di Kutai Kartanegara, setelah di-assessment ternyata mereka ini warga Kupang, ada dua orang,” kata Hamly kepada Koran Kaltim, Kamis (19/5/2022).
Hamly mengungkapkan, kedua warga NTT ini sebelumnya terlantar, dan pernah mengalami gangguan jiwa. Salah seorang di antaranya pernah pekerja di Malaysia.
“Karena terlantar kita tangani, setelah kita koordinasikan ternyata ada keluarga nya di Kupang yang siap menerima dan kami sudah berkoordinasi bersama Dinas Sosial provinsi untuk dikembalikan ke keluarganya. Selama ini yang merawat ya Dinas Sosial Kukar, di LBK (Loka Bina Karya) Bukit Biru, di situ ada penampungan atau Selter namanya kalau dulu kan ada panti di kabupaten nah mulai 2019 itu kewenangannya ditarik ke provinsi,” ungkapnya.
Hamly menyebutkan, dalam ketentuannya sebenarnya Pemkab Kukar tidak boleh menampung terlalu lama orang-orang terlantar selama bertahun-tahun.
“Maksimal 14 hari saja sebenarnya di kabupaten cuma kita sudah komunikasi dengan provinsi dan provinsi pun full sudah kapasitas pantinya, selain itu juga anggaran terbatas. Nah kami ya mau tidak mau namanya memanusiakan manusia ya harus diurusi, sementara belum bisa kita pulangkan ya kita bina di LBK itu selama lebih kurang dua tahun. Setelah koordinasi dan komunikasi itu akhirnya bisa dipulangkan ke NTT berkat komunikasi Dinas Sosial provinsi dan kabupaten,” sebutnya.
Dari suksesnya pemulangan dua warga NTT Kupang ini, Hamly menegaskan Dinsos Kukar sudah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar apabila ada persoalan terkait kesetiaan kawanan dan kepedulian sosial bisa ditangani secara bersama-sama.
“Ke depannya kolaborasi pemerintah NTT dengan kita terkait penanganan warga NTT, kan cukup banyak itu warga NTT di sini, baik itu yang bekerja di Kukar ataupun lainnya, supaya kalau ada permasalahan seperti ini bisa ditangani bersama jangan dibebankan di satu daerah saja, karena kaitannya pemerintah ini kan selalu membina dan memfasilitasi warga daerahnya masing-masing” tegas Hamly.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah