Keluarga dari orangtua yang anaknya meninggal tersebut juga menampung anak yatim piatu dan semuanya masih sekolah SD.
Karena itu Dinsos Kukar menindaklanjuti untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
“Seperti apa solusinya supaya bisa dibantu terkait kebutuhan pendidikannya,” ungkapnya.
Dinas terkait juga diharapkan menyambut dengan menyalurkan bantuan demi memudahkan warga terdampak kebakaran. “Usulan dari warga tadi melalui lurahnya meminta bantuan pembangunan pondasi rumah, jadi kami arahkan untuk konstruksi pasca bencana kebakaran sekarang tupoksinya di Dinas Perkim,” harap Hamly.
Dinsos meminta RT bisa segera melakukan pendataan dan segera dilaporkan ke OPD teknis baik Perkim, Disdikbud, juga Disdukcapil. “Untuk yang rumah itu bisa disampaikan ke Perkim nanti datanya masuk di program RTLH, yang lain-lainnya seperti ijazah terbakar dilaporkan ke Dinas pendidikan, kemudian KK dan KTP ke Disdukcapil untuk menindaklanjuti,” paparnya.
Dengan upaya yang telah dilakukan ini, setidaknya pemerintah sudah hadir langsung untuk mereka yang tertimpa musibah. “Ini tindakan jangka pendeknya, jangka panjangnya nanti sama-sama dipikrkan, mudahan ada bantuan juga dari pihak swasta karena di Samboja banyak perusahaan migas dan lainya, tadi pak camat dan lurah menyampaikan kawan-kawan dunia usaha ini juga sudah ada yang memberikan bantuan,” pungkas Hamly.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur