Kepala Bapenda Kukar, Ir H Totok Heru Subroto adapun kesimpulan dari diskusi interaktif yang melibatkan Jasa Marga di rapat sesi pertama telah ditarik kesimpulan bahwa ketiga wilayah sepakat bahwa data aset sangat penting.
“Kenapa penting karena dari data itulah nanti yang menentukan penilaian dan hasilnya, kalau datanya salah ya salah juga, kalau datanya berubah ya berubah juga, sehingga kita sepakat nih harus konsen kepada data dan harus menyelesaikan data-data yang belum bisa dipenuhi,” kata Totok kemarin.
Totok menjelaskan kenapa data harus kembali ditelusuri dan dilengkapi karena pemaparan yang disampaikan Jasa Marga tidak lengkap, terkhusus di Seksi 1 dan Seksi 5 jalur Tol Balsam. Jadi solusi terkait penyelesaian data ini, Pemda akan mencari jalan lain untuk mendapatkan data yaitu salah satunya adalah ke Dinas PU Provinsi Kalimantan Timur untuk seksi 1 dan ke Balai Wilayah Kementerian PUPR yang ada di Samarinda terkait khususnya data yang ada di Seksi 5.
“Kalau data Seksi 1 dan 5 itu masih gelap, namun data Seksi 2, 3 dan 4 itu lumayan sudah bisa kita gunakan tinggal penyempurnaan saja yang belum ada sama sekali ya seksi 1 dan seksi 5,” jelasnya.
“Kenapa Jasa Marga tidak bisa memberikan data, itulah yang kami nilai bahwa hal tidak realistis, karena kan sudah dikelola dan dasar pengelolaan itu kan biasanya secara akuntabilitas itu diserahkan dulu termasuk aset-asetnya, tapi mereka menyatakan data tentang aset-asetnya nggak ada datanya, padahal aset ini sudah dikelola. Nah ini yang menimbulkan pertanyaan dan makanya kita akan coba cari keterangan kedua instansi tadi karena Jasa Marga juga tadi yang menyarankan ke sana,” timpal Totok.
Ia menyatakan khusus kawasan Seksi 2, 3 dan 4 yang ada di Jalur Tol Balsam, pada dua pekan ke depan data-datanya sudah dapat digunakan untuk dihitung dan ditetapkan. “Kemudian akan dilakukan pertemuan dulu untuk penyempurnaan data tadi khususnya mengenai data tanah data yang lainnya ini dan itu nanti ada pertemuan lagi kita, juga pertemuan lagi dengan PPK (Panitia Pengadaan Kegiatan),” terangnya.
Studi Komparatif ke Mojokerto
Usai menggelar diskusi interaktif forum jalan tol tiga wilayah yakni Kukar, Samarinda dan Balikpapan bersama Jasa Marga, rapat lanjutan dilakukan dan kembali difasilitasi langsung oleh Bapenda Kukar. Dalam sesi rapat yang tidak melibatkan Jasa Marga ini, disepakati bahwa ketiga daerah yang tergabung dalam forum Jalan Tol Balsam sepakat untuk melakukan studi komparatif ke Pemkab Mojokerto.
“Kita sepakati untuk komparatif ke Mojokerto karena daerah ini yang menurut penilaian kami kasusnya mirip-mirip dengan kita dan mereka juga sudah siap menerima kita. Jalan Tol Mojokerto itu dia meliputi beberapa daerah yaitu Pasuruan, Malang,” kata Totok.
Direncanakan khusus untuk cara dan dasar perhitungannya, Totok mengungkapkan pendekatannya akan berbasis pembiayaan. Jadi berapa besaran biaya yang dikeluarkan untuk aset tersebut, pendekatan itulah yang akan ditetapkan untuk pemungutan pajaknya. “Itulah yang akan kita nilai, jadi misalnya berapa pembiayaannya, jadi nggak tergantung aset itu nanti entah dipakai atau tidak yang penting itu pembiayaannya di sekian, ya itu yang akan kita nilai,” ungkapnya.
“Jikalau nanti ada keberatan dari pihak Jasa Marga, silahkan saja diajukan, yang terpenting ketetapannya dulu,” imbuh Totok.
Untuk keberangkatan studi komparatif ke Mojokerto yang akan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing wilayah yakni Kukar, Samarinda dan Balikpapan direncanakan pertengahan November dilakukan.
“Pertengahan bulan depan jadi perwakilan tiga daerah ini akan berangkat ke sana semua, yang bertujuan untuk komparasi cara-cara penghitungan, penilaian dasar-dasarnya dan belajar masing-masing. Kemudian kita sepakat lagi setelah itu baru kita akan ketemu lagi dengan Jasa Marga,” tegasnya. (hei)
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Rabu tanggal 27 Oktober 2021