“Adik saya sudah mulai masuk sekolah Selasa (hari ini) makanya mulai saya persiapkan,” kata Mujeeb.
Ketika ditanya mengapa adiknya mulai sekolah pada hari Selasa, Mujeeb mengaku adiknya termasuk dalam kelompok dua di SMPN 4 Tenggarong.
Artinya, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 4 Tenggarong digelar secara terbatas.
“Kelompok dua masuk sekolah hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Satu kelasnya kurang lebih 15 orang,” terangnya.
Jam belajarnya tidak dibatasi, hanya jumlah murid dalam satu ruang belajarnya saja yang dibatasi menjadi dua kelompok.
Plt Kepala Disdikbud Kukar Slamet Hadiraharjo mengungkapkan PTM Terbatas ini dilaksanakan bagi sekolah yang lokus atau wilayahnya bukan di pedalaman dimana mobilitas masyarakat di wilayah tersebut terbilang tinggi.
Beda halnya dengan di wilayah pedalaman, PTM dilaksanakan secara penuh waktu.
Selain mobilitas di wilayah tersebut terbilang minim, jumlah siswa per kelas juga sangat sedikit ditambah lagi wilayah tersebut terkendala jaringan untuk menggelar pembelajaran daring.
“Kalau untuk daerah-daerah terpencil yang kami tunjuk, Bupati Kukar sudah mengatakan jumlah siswanya satu kelas paling berapa aja, anggaplah satu kelas cuman paling berapa itu disuruh full belajar,” kata Slamet.
Mengingat Kukar kini dalam penerapan PPKM Level 2, nantinya akan diterbitkan Surat Edaran terbaru terkait dengan pelaksanaan PTM ini. Satuan pendidikan sudah diminta untuk menggelar PTM.
Terbatas ataupun tidak, Slamet meminta kepada satuan pendidikan yang menggelar PTM untuk tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan.
“Yang pasti kita tetap hati-hati, waspada. Meskipun PTM tetap protokol kesehatan diterapkan,” tutup Slamet.
Penulis: */Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur