Camat Kota Bangun Mawardi mengatakan, sektor perikanan terus mendapat perhatian pemerintah, terlebih saat Edi Damansyah menjabat sebagai Bupati Kukar.
“Pak Bupati memang piawai mencari potensi lokal di daerah. Misalnya seperti Kota Bangun yang sangat pesat pertumbuhan budi daya air tawar ini lebih di-support lagi dengan dibuatkannya TPI (Tempat Pelelangan Ikan),” kata Mawardi.
Sesuai arahan bupati, sebagian perairan Kota Bangun juga menjadi kawasan konservasi air tawar. Hal ini diupayakan untuk mendukung terjaganya kualitas lingkungan sungai yang menjadi habitat para ikan.
Perputaran roda perekonomian di Kota Bangun juga semakin meningkat, hal ini terbukti dengan menurunnya angka kemiskinan.
Secara geografis, Kota Bangun berada di lokasi yang strategis dan menjadi penghubung ke kecamatan lain, baik di Kukar maupun kabupaten lain.
Merujuk data Badan Pusat Statistik, sektor perikanan menjadi salah satu andalan warga Kota Bangun.
Sebanyak 877 rumah tangga di kecamatan itu bermata pencarian sebagai nelayan perairan darat.
Untuk budi daya kolam, luas budi dayanya sebesar 71,3 hektare dengan 415 rumah tangga yang mengusahakan. Sedangkan untuk budi daya keramba, yang menggeluti sekitar 844 rumah tangga.
“Kota Bangun tidak hanya pada budidaya ikan air tawar saja, tapi ada juga program swasembada jagung serta mulai menggeliat potensi wisatanya,” sebut Mawardi lagi.
Ekonomi kreatif dengan memanfaatkan bahan baku perikanan juga bergeliat.
Penulis: */Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur