Ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. Ia menyebut 23 desa tersebut tersebar di wilayah hulu maupun wilayah pesisir Kabupaten Kukar.
“Kita sedang upayakan komunikasi dengan Kemenkominfo agar dibantu, bukan hanya dari kita,” kata Sunggono, Kamis (20/5) kemarin.
Bupati Kukar Edi Damansyah, lanjut Sunggono, sudah mengajukan permohonan ke kementerian untuk meninjau langsung lokasi tersebut dan diharapkan dapat segera terealisasikan.
Hal ini memiliki keterkaitan langsung dengan penerapan Smart City. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru, Kukar merupakan salah satu kabupaten/kota yang menjadi wilayah percontohan Smart City.
Sebab dalam penerapannya, blank spot merupakan sebuah kendala. Tak hanya soal itu, keterkaitan penataan wilayah, lingkungan dan kawasan yang menjadi satu kesatuan.
Selain itu, kata dia, pusat menginginkan stakehokder di daerah memiliki pemahaman yang sama untuk memajukan wilayah dan pemanfaatan teknologi.
Kepala Diskominfo Kukar, Bahteramsyah menyebut terdapat masterplan khusus untuk pengembangan Smart City di Kukar sesuai dengan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dalam RPJMD, Bupati menginginkan semua wilayah yang belum tersentuh infrastruktur jaringan segera terealisasi. “Bupati melalui Kominfo melakukan agar daerah itu merata infrastruktur jaringnnya,” tandasnya.
penulis : */Reza
Editor : Bambang Irawan