Pengelola sekaligus pemilik pondok jambu, Sofyan menjelaskan, awalnya dimulai pada tahun 2016 silam, ia hanya ingin menanam pohon jambu saja, dan belum terpikirkan mengenai kebunnya yang akhirnya menjadi tempat wisata saat ini.
Setelah satu tahun, akhirnya di 2017, hasil jerih payah Sofyan pun berbuah di lahan seluas satu hektar. Ada sekitar 600 pohon buah yang ditanam Sofyan. “Ada 100 pohon mangga sisanya jambu, 500 itu jambu. Kalo jambu ada beberapa jenis, kalo mangga cuma ada tiga jenis aja,” jelas Sofyan, yang dulunya berprofesi sebagai Jaksa ini, Minggu (20/12/2020).
Ternyata, dari satu hektar tanah yang ia miliki, Sofyan hanya menggunakan lahan sekitar 3/4 hektar saja yang dipakai untuk menanam pohon. Karena sisa lahan yang ada akan digunakan untuk menambah fasilitas kolam renang untuk anak-anak dan dewasa.
“Sisanya kita pake untuk kolam renang, tapi belum dibangun, bertahap. Ada juga pondok untuk bersantai dan merujak, terus kalo mau karaoke juga ada,” ujarnya.
Setelah menana dengan jumlah yang sangat banyak, ia mengatakan, tidak akan ada habisnya jika hanya untuk dijual saja. Ia sudah menghubungi mal dan pihak lainnya untuk mengambil produk jambu dan mangga dari kebunnya, beberapa pihak bersedia, namun ternyata yang harus siap ambil adalah jenis-jenis yang super dan bagus.
Oleh karena itu, terciptalah konsep memetik dan menjual buah di kebun pondok jambu. Sofyan mencoba membuat konsep agar orang yang akhirnya datang dan memutuskan untuk datang ke kebun, bukan sebaliknya. “Kita buatlah sekedar tempat wisata, bahkan dari 2016 sampai panen 2017 itu sudah dikunjungi orang,” ucapnya.
Untuk tiket masuk dibanderol dari harga Rp5 ribu untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, dan Rp10 ribu untuk orang dewasa. Beda harga jika pengunjung ingin masuk dan memetik buah secara langsung. Ada tiket khusus untuk memetik dan makan di tempat, jika pengjung membayar Rp40 ribu, maka mereka bisa bebas makan sepuasnya dan bebas untuk memetik buah sendiri. “Tapi kalau mau dibawa pulanh ditimbang, harganya Rp30 ribu per kilo, dan kalau ada yang datang dan mau beli juga harganya sama per kilonya,” jelasnya.
Sofyan menambahkan, panen di kebunnya tidak pernah putus, terus menerus berbuah dan bisa panen. Bahkan, sebelumnya ada panen panjang selama tiga bulan berturut-turut. Setelah sebelumnya panen, minggu depan, sudah bisa mulai kembali panen lagi.
“Panen terus disini, ini baru aja berenti, tapi minggu depan sudah panen lagi. Banyak disini buahnya jadi tidak pernah putus panen,” ucap Sofyan.
Meski dilanda pandemi Covid-19, Sofyan dengan yakin mengatakan pengunjung tidak pernah putus setiap harinya. Karena menurutnya, dengan lahan yang luas tidak menyebabkan orang-orang berkerumun, bahkan banyak yang datang ke kebunnya untuk bersantai. Ia pastikan ditempatnya aman untuk bersantai.
“Orang ndak ada kontak disini, omzet aman aja, kalo buah banyak pengunjung makin banyak,” katanya.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di pusaranmedia.com, Minggu 20 Desember 2020 dengan judul : Agrowisata Pondok Jambu, Makan Buah Dari Hasil Panen dan Petik Sendiri