Pemkab telah menyiapkan opsi untuk penataan kawasan CBD dan sepakat akan melakukan mendesain patung naga tersebut.
Desain yang akan dilombakan turut melibatkan stake holder terkait, termasuk Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura, akademisi dan budayawan sebagai tim penilai.
“Desain terbaik akan kita jadikan pemenang untuk penganti Patung Naga,” katanya.
Hanya saja, Sunggono mengaku belum mentehaui nilai anggaran untuk membongkar dan perencanaan pengganti patung naga tersebut.
“Belum tau nilainya. Namun paling cepat penganggaranya di 2022,” katanya.
Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid mengaku telah menganggarkan kembali penataan kawasan CBD.
Diketahui, proyek yang dibangun pada 2015 dengan skema Multi Years Contract (MYC), namun pembangunnaya tidak lagi dilanjutkan sejak 2017.
“Makanya tahun 2020 ini kita anggarkan, supaya taman yang ada di CBD itu bisa ditata lagi. Paling tidak bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi objek wisata,” kata Rasid.
Menurut Rasid, DPRD mendukung uoaya pemkab untuk penataan kawasan tersebut karena letaknya berada di pusat kabupaten.
“Pada prinsipnya kita akan mendukung penataan itu secepatnya. Kerena ini kan di pusat kabupaten, nggak enak dilihat kalau mangkrak seperti sekarang,” bebernya.
Penulis : */sabri
Editor : Bambang Irawan
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Kamis tanggal 22 Oktober 2020