Kajian ini menjadi dasar dalam merancang pengembangan ibu kota kabupaten, Ujoh Bilang, sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik yang modern namun tetap berwawasan lingkungan.
Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyebut infrastruktur jalan merupakan simbol konektivitas dan pemerataan pembangunan. Jalan bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat serta penghubung antarpusat aktivitas publik.
“Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dari sanalah hasil bumi bergerak, perdagangan tumbuh, dan pelayanan publik menjangkau semua lapisan,” kata Angela.
Beberapa ruas utama yang menjadi fokus penataan meliputi Simpang Long Melaham–Simpang Budaya, Simpang Budaya–Simpang Tikah, Simpang Raisa menuju kawasan perkantoran, serta jalan utama dan lingkungan di area perkantoran.
Setiap ruas akan dikaji dari aspek kelayakan teknis, daya dukung tanah, drainase, hingga integrasi dengan jaringan air bersih, listrik, dan telekomunikasi.
Pendekatan pembangunan diarahkan pada keberlanjutan, dengan keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian lingkungan. Pemerintah daerah ingin menjadikan kawasan perkantoran Mahakam Ulu sebagai etalase tata ruang yang tertib, indah, dan mencerminkan identitas lokal.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Semua kegiatan harus dilaksanakan sesuai aturan, dan jangan pernah melakukan kegiatan di luar ketentuan yang ada. Kita harus terus mengikuti perubahan regulasi,” pesannya.
Melalui perencanaan yang matang dan kepatuhan terhadap regulasi, Pemkab Mahulu berharap pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah nyata menuju pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Mahakam Ulu. (*)