Jadi tuan rumah, petenis muda
Bertindak sebagai tuan rumah, atlet-atlet muda Bumi Tana Purai Ngeriman tampil percaya diri pada lima kelas yang dipertandingkan dan berhasil meraih 5 medali emas, 5 perak dan 6 perunggu, mengungguli Samarinda yang berada di posisi kedua dengan perolehan sama pada emas dan perak, namun hanya mengantongi 5 medali perunggu.
Kejurprov ini diikuti empat kabupaten kota dari 10 daerah di Kaltim yaitu Kubar, Samarinda, Paser dan Bontang. Dibawah Kubar dan Samarinda, Paser meraih 1 emas, 1 perak dan 5 perunggu sementara Bontang membawa pulang 6 perunggu.
Prestasi ini terasa istimewa lantaran Persatuan Soft Tenis Indonesia (Pesti) Kubar baru saja terbentuk, namun sudah mampu membuktikan daya saingnya di tingkat provinsi. “Tentu kami merasa bangga dengan prestasi ini, dan pastinya menjadi motivasi untuk pengembangan soft tenis di Kubar,” ujar Ketua Pesti Kubar Mega Yunanda kepada Korankaltim.com Jumat (15/8/2025).
Prestasi tersebut bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus berkembang. Target selanjutnya adalah pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan agar ke depan mampu bersaing di level nasional.
“Kami perlu lebih banyak menggelar event serta berupaya meningkatkan sarana prasarana untuk menunjang prestasi atlet. Target kita dalam waktu dekat adalah meraih emas di Porprov Paser nanti,” sebut Mega lagi.
Sementara Ketua KONI Kubar Agus Herawan memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. “Ini alasannya kami bersedia menjadi tuan rumah, supaya memperkenalkan olahraga ini ke masyarakat. Menjadi juara umum adalah bonus sekaligus motivasi, terutama bagi generasi muda agar ikut bergabung dan membesarkan soft tenis Kubar,” ungkap Agus.
Agus optimistis Pesti Kubar dapat melahirkan atlet-atlet potensial untuk memperkuat Kutai Barat di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 Kaltim di Paser tahun depan. “Potensinya besar, karena saya lihat pemain tenis Kubar banyak dan tidak terdaftar atau tidak diikutsertakan pada Porprov yang lalu. Jadi ini kesempatan yang baik, karena yang tidak bisa main tenis bisa main di soft tenis,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur