Jumat (17/5/2024) sore kemarin, disaat warga fokus dan waspada terhadap banjir, kepulan asap hitam terlihat di udara yang datangnya dari sebuah rumah toko (ruko) di RT 2 kampung tersebut. Asap hitam terlihat pukul 14.30 WITA.
Pantauan Korankaltim.com saat membantu keluarga yang sakit dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (HIS) sore kemarin, awalnya warga mengira asap hitam tersebut dari sampah yang dibakar. "Asap bakaran sampah saja itu, kalau kebakaran, mana mungkin bisa. Kan lagi banjir," kata Beni, seorang warga. "Tapi masa iya orang bakar sampah banjir-banjir begini," kata warga lainnya.
Belum habis tanda tanya, tiba-tiba seorang warga Laham berlari masuk ke Puskesmas Laham menggendong anak kecil yang sedang menangis dan berteriak. "Ah sakit, panas, air, air" katanya.
Tenaga medis di Puskesmas Laham yang sedang piket saat itu langsung mengambil tindakan dengan berlari dari ruang perawat menuju ruang Unit Gawat Darurat (UGD). "Permisi kami mau tangani pasien darurat," kata petugas jaga bernama Sumiati sambil mengambil sarung tangan medis.
Akhirnya diketahui kalau asap hitam tebal itu memang kebakaran di ruko dan apinya mengenai Ting, bocah berusia enam tahun yang datang ke Puskesmas Laham dengan kakaknya Dela.
Pemilik ruko yaitu Nunuq Rahayu sedang ada di Kota Samarinda bersama empat anaknya. Ruko dua lantai yang terbakar dijaga suami istri dan empat anak mereka.
Atas hal ini, Korankaltim.com mengkonfirmasi kronologi kejadian tersebut kepada Dela yang tengah menenangkan adiknya yang sedang kesakitan. Dela menyebut belum tahu pasti awal kebakaran karena baru saja datang setelah selesai membersihkan bekas banjir dari rumah miliknya yang ada di RT 5.
"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba ada api. Waktu saya sampai rumah ada tetangga bilang ke saya cepat masuk ke rumah, ambil adik saya," ujar gadis 14 tahun itu.
Dela langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan terkejut karena melihat kaki adiknya disambar api. Segera Dela keluar meminta pertolongan warga lain untuk membawa dia dan adiknya ke Puskesmas. Saat itu, ibu dan adiknya yang masih balita dilarikan ke SPMN 1 Laham.
"Jadi yang di dalam rumah itu ada ibu, sama dua-dua adik saya. Kami datang ke rumah itu baru selesai masak. Jadi pas di sana, tabung gas sama minyak (BBM) sudah tumpah semua," katanya.
"Kami tidak tahu apinya dari mana. Tapi yang pasti tabung sama minyak sudah tumpah-tumpah," jelas Dela lagi.
Untuk diketahui, lokasi kejadian ini terjadi di RT 2 Kampung Laham yang berada di tepi Sungai Mahakam sementara, Puskesmas setempat berada di kawasan gunung. Akses menuju Puskesmas Laham membuat warga harus melewati dua tempat pemakaman umum (TPU) yang jarak tempuhnya sekitar 15 menit dengan kendaraan roda dua.
Editor: Aspian Nur