Jembatan Lome di Mahulu Bantu Perekonomian Warga Terutama Petani
2 menit baca524 kali dibaca

Penulis: */Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya di Long Melaham (Lome) bisa bernapas lega.
2 menit baca524 kali dibaca

Penulis: */Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya di Long Melaham (Lome) bisa bernapas lega.
Pasalnya, mereka sudah bisa menghemat pengeluaraan seiring dengan selesainya pembangunan Jembatan Lome yang diresmikan Bupati Bonifasius Kamis (14/12/2023) kemarin.
Markus Alui, pedagang sayur yang tinggal di Long Melaham menyebut sebelum jembatan dibangun dirinya harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk sampai ke ladang tempat dia bekerja setiap hari.
Markus harus membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak dua liter dengan harga Rp20 Ribu dan harus membayar jasa angkut sungai sebesar Rp20 Ribu untuk kendaraan roda dua yang biasa digunakannya untuk pergi ke ladang.
"Sekarang setelah jembatan ada cukup beli BBM sepuluh ribu sudah bisa pergi pulang, kalau dulu harus siap Rp40 Ribu setiap berangkat," kata Markus kepada Korankaltim.com Jumat (15/12/2023) sore tadi.
Biaya jasa angkut menyeberang sungai untuk roda empat Rp50 Ribu sementara untuk mobil atau roda empat dikenakan tarif sebesar Rp 100 Ribu sekali menyeberang. Dengan adanya Jembatan Lome akhirnya tidak ada lagi biaya penyeberangan yang harus dibayar. "Sekarang sudah gratis. Saya terima kasih banyak kepada pemerintah untuk dukungan masyarakat di Mahulu," ucap Markus lagi.
Bahkan dengan adanya jembatan ini petani di Lome tak lagi harus menginap di ladang karena sudah bisa pulang saat malam hari. “Apalagi yang ada pekerjaan mendadak di kampung, sudah bisa pergi pulang, kalau dulu harus bermalam pagi baru pulang itupun terlambat," ucapnya
Pengangkutan lebih cepat dan gratis juga berdampak bagi sayur yang diangkut petani karena tidak sempat layu sehingga bisa membuat penjualannya menjadi cepat laku meski harga sayur tetap mengikuti harga pasar yang sudah berlaku di Mahulu.
"Harga sayur tetap seperti sebelumnya, karena kita mengangkut dari ladang ke kampung. Berbeda kalau ada pembeli yang langsung ke kebun mungkin bisa kami beri satu ikat sayurnya Rp3 Ribu. Kalau sudah di kampung harganya lima ribu rupiah," pungkas Markus.
Editor: Aspian Nur



Kaltim-Kaltara


Kaltim-Kaltara

Kaltim-Kaltara

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 26 km barat laut Gorontalo Utara
01 Okt 2026, 18:51:40 WIB • Kedalaman 47 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG