Pembangunan mangkrak ini sebenarnya terdapat lima proyek, hanya saja empat proyek yang lebih difokuskan karena ada dua proyek mangkrak dan dua tak bisa difungsikan.
Dua proyek mangkrak itu di antaranya pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang dikerjakan sejak 2012 dan telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp341 miliar, kemudian proyek pembangunan Jalan Bung Karno yang membelah bukit Mencelew dikerjakan tahun 2012 memakan anggaran sekitar Rp582 miliar.
“Ini pembangunan yang mangkrak yang dikerjakan sejak tahun 2012,” kata Ely dalam Diskusi Media Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (17/11/2022) kemarin.
Kemudian dua proyek yang tak dapat difungsikan yaitu proyek pembangunan Pelabuhan Royoq di wilayah Hulu Mahakam, dikerjakan tahap I pada 2009-2011, dan dilanjutkan tahun jamak 2012-2015 memakan anggaran Rp58,5 miliar.
Selanjutnya, pembangunan gedung Christian Centre di Barong Tongkok dikerjakan sejak 2012 dan telah memakan anggaran senilai Rp50 miliar.
“Jadi ada yang mangkrak dan tak bisa difungsikan. Ini kami koordinasikan terus, kami ke Pemdanya dan memang ada beberapa hal yang tidak bisa kami share,” jelasnya.
Ely menyebut terdapat dua alternatif yang disampaikan kepada tim penyelidik dan penyidik di daerah di antaranya yakni akan melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan penyidikan. “Ini menjadi fokus kami. Ranahnya masih penyelidikan tentu saja rahasia dan tidak mungkin kami share,” tutupnya.
Untuk diketahui, satu proyek pembangunan yang juga menjadi atensi yaitu adanya okupasi pihak swasta terhadap lahan Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Pariksit. Lahan seluas 27 hektare yang diokupasi itu sejatinya diperuntukkan untuk perluasan Rumah Sakit. (*/kk)