Dijelaskan Edyanto, di 2021, pemkab telah menganggarkan untuk pembangunan tiang listrik di kecamatan tersebut. Dimana setidaknya ada 8 kampung yang belum teraliri listrik PLN, yaitu Kampung Besiq, Bermai, Muara Nilik, Mantar, Muara Nyahing, Kelian, Muara Tokong dan Lumpat Dahuq.
“Tahun 2021 ini tadi dianggarkan untuk pembangunan tiang listrik nya. Kalau untuk tahun 2022 mendatang, baru untuk pengerjaan pembangunan jaringan listriknya,” tambahnya.
Diharapkannya bahwa dalam upaya percepatan pemenuhan kebutuhan listrik ini bisa dibiayai secara cost sharing antara pemkab dengan PLN. Sehingga kedepannya dapat lebih aktif lagi dalam hal pemerataan dan percepatan pembangunan jaringan listrik di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Oleh karenanya kita sangat mengapresiasi PLN yang sudah sangat aktif dan koordinatif dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik ini,” ucapnya.
Dalam masa pemerintahan Bupati, FX Yapan dan Wakil Bupati, Edyanto Arkan sekarang, pemenuhan kebutuhan listrik memang mengalami peningkatan pesat. Dimana dari 194 kampung yang ada di bumi Tanaa Purai Ngeriman, hanya tersisa 66 kampung yang memang belum teraliri listrik. Sehingga 66 kampung ini menjadi perhatian utama kedepannya dari pemerintah agar bisa segera teraliri listrik.
“Untuk itu, kita terus membangun harmonisasi komunikasi dan koordinasi agar semua yang menjadi program pemerintah dapat segera disampaikan ke PLN Pusat. Sehingga kampung yang masih belum teraliri listrik ini bisa juga segera terpenuhi kebutuhan listriknya,” tandasnya.
penulis : */Handayan
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Rabu tanggal 22 Desember 2021