“Memang sudah boleh (membuka tempat wisata, Red.), tapi kita belum berani untuk buka, tetap tunggu instruksi dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kubar juga. Sudah boleh buka atau belum, walaupun banyak masyarakat yang meminta tempat wisata ini bisa segera kembali dibuka,” kata Petinggi Kampung Jambuk, Syahril pada Kamis (30/9).
Belum berani dibukanya tempat wisata tersebut juga untuk mencegah jika lonjakan kasus positif Covid-19 kembali terjadi. Apalagi, Bongan selama ini juga menjadi salah satu kecamatan yang cukup banyak terdapat kasus positif. Sehingga langkah ini diambil oleh pemerintah kampung untuk membantu pemda menekan angka kasus menjadi lebih berkurang.
“Ditambah sekarang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas juga sudah dilaksanakan. Jadi sebisa mungkin kita upayakan agar tidak muncul klaster baru atau gelombang ketiga kasus positif Covid-19,” jelasnya.
Selain tempat wisata di Bongan, beberapa tempat wisata lainnya yang berada di kawasan ibu kota kabupaten juga belum sepenuhnya buka normal seperti biasa. Beberapa tempat wisata air terjun (jantur) dan juga tempat wisata lainnya yang terkenal seperti Danau Aco juga belum kembali dibuka. Walaupun ada beberapa warga/wisatawan lokal yang sudah mulai berdatangan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata ini.
“Ya kami kira sudah buka seluruhnya, ternyata baru beberapa. Kami hanya ingin refreshing di alam setelah sekian lama merasa ketakutan dengan Covid-19 ini. Tapi baru beberapa saja tempat wisata yang buka. Seperti wisata air Hemaq Beniung dan Hutan Adat di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok,” kata Yulius salah satu warga Barong Tongkok.
penulis : */Handayan
Editor : Bambang Irawan