“Jadi tentunya kekuatan wisata kita alam berbudaya, pembangunannya dimulai dari kampung, di mana pariwisata itu berasal dari kampung, baik wisata alamnya maupun wisata kebudayaannya,” jelas Supratman selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Disparpora Mahulu, Selasa (7/9).
Ia mengatakan salah satu atraksi kebudayaan yang menjadi andalan pemerintah Mahulu adalah ritual Hudoq, yang sering dilaksanakan pada bulan Oktober atau musim masyarakat Dayak menanam padi.
Festival kebudayaan ini disebutkannya dapat ditemui di berbagai kampung yang ada di Mahulu, seperti Long Melaham dan Long Pahangai.
“Itu tiap tahun mereka melakukan kegiatan budaya hudoq, dalam rangkaian menanam padi,” ujarnya.
Supratman menjelaskan hudoq merupakan kebudayaan asli masyarakat kampung, maka atraksi kebudayaan ini tidak terpengaruh dengan ada atau tidaknya pengunjung. Namun perlu tetap dilakukan pembinaan agar kegiatan ini dapat menjadi atraksi yang dikenal luas dan bisa mendatangkan wisatawan ke Mahulu.
“Itu memang kegiatannya sangat konsisten dengan budaya, mereka ada bantuan atau tidak ada bantuan dari pemerintah tetap melakukan kegiatan mereka tiap tahun,” tandas Supratman.
Potensi wisata kebudayaan yang berasal dari masyarakat atau kampung seperti inilah yang sedang diupayakan untuk kemudian dibuat kajian pengembangan pariwisata. Menggandeng masyarakat kampung untuk bisa mengambil bagian dalam meningkatkan pariwisata ke Mahulu.
penulis : */Yosafat
Editor : Bambang Irawan