“Karena tahapan pembangunan kita tidak bisa tanpa perencanaan, dimulai dari pendataan destinasi, sampai ke DED-nya, bahkan sampai ke pengelolaan itu pun sudah kita perbincangkan,” kata Supratman, Minggu (5/9).
Pemkab Mahulu menganggarkan Rp1,25 miliar untuk penyusunan DED. Rincinya DED Sentral Kebudayaan Kabupaten memakan anggaran Rp800 juta dan sungai kelukup sebesar Rp350 juta.
Selain itu pihaknya juga sudah mengajukan rancangan belanja untuk pembebasan lahan kedua objek wisata itu pada APBD Perubahan 2021.
“Program kita sudah tersusun rapi sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia mengharapkan program pariwisata yang sudah disusun bisa berjalan dengan lancar dengan tetap berdasar pada tahapan-tahapan persiapan awal. Sehingga destinasi wisata yang telah dibuat dapat menarik wisatawan terutama yang berasal dari luar wilayah untuk masuk ke Mahulu.
“Karena kita menginginkan program pariwisata ini bisa berjalan seseuai dengan tahapan,” pungkasnya.
DED harus disusun dengan baik karena bisa diketahui gambaran desain produk-produk wisata apa saja yang ada di dalam sebuah wilayah, seperti pembangunan fasilitas serta konsep pembangunannya kedepan nanti.
penulis : */Yosafat
Editor : Bambang Irawan