“Beberapa waktu lalu sudah cek ke lokasi, sampel air juga sudah diambil dan diteliti. Penelusuran sumber dugaan pencemaran juga dilakukan tetapi memang mengalami kesulitan karena faktor alam,” kata H. Makkulau.
Saat ditanya apakah kondisi yang terjadi pada aliran sungai tersebut memang benar diakibatkan oleh limbah, dirinya mengatakan belum bisa menjawab hal ini. Sebab apa yang ditemukan dan dilakukan di lapangan kemarin sudah diteruskan ke pimpinan. Sampai saat ini dirinya juga belum mendapat arahan dan perintah untuk mengungkapkannya untuk bisa diketahui masyarakat luas.
“Hasil yang ditemukan di lapangan kemarin sudah disampaikan kepada pimpinan dan tetap dianalisa. Meskipun di tengah penelusuran lapangan kemarin kondisi air pun sudah kembali normal. Jadi, kalau memang hasil analisanya sudah keluar pasti akan disampaikan,” terangnya.
Hingga kini DLH Kubar memang belum memberikan informasi pasti terkait dugaan pencemaran sungai tersebut. Sebab tidak ingin asal menuduh sehingga menyebabkan permasalahan di kemudian hari. Apalagi dengan beredarnya kabar bahwa kondisi air sungai yang keruh dan berlumpur karena aktivitas perusahaan di sekitar bantaran sungai.
“Jadi nanti tunggu arahan pimpinan. Kalau memang dari hasil analisa dan sampel air memang ada tindakan pencemaran yang melibatkan perusahaan maka akan ada tindakan tegas. Tapi kita tidak bisa ambil kesimpulan bahwa ini disebabkan perusahaan, Tunggu hasil analisa dulu,” tegasnya.
penulis : */Handayan
Editor : Bambang Irawan