Pemakaman khusus korban Covid-19 yang berlokasi di Jalan Poros Long Bangun-Ujoh Bilang ini, baru sampai pada tahap pembersihan lahan yang dilakukan oleh tim gabungan.
Diketahui lokasi yang akan digunakan ini sebelumnya memang merupakan lokasi pemakaman umum.
“Selama ini tidak ada lokasi pemakaman khusus korban Covid-19, sebelumnya kita gunakan pemakaman umum yang ada pada masing-masing kampung. Tapi tetap menerapkan prosedur pemakaman Covid-19,” jelas ketua tim yang ditugaskan untuk mencari lokasi pemakaman tersebut, Lawing Nilas.
Meskipun diketahui sampai dengan saat ini baru ada enam orang yang meninggal terkonfirmasi covid 19, Pemerintah Mahulu merasa penting untuk membuat satu pemakaman khusus. Hal tersebut dimaksudkan agar penyebaran Covid-19 dapat lebih ditekan lagi.
“Empat diantaranya korban meninggal di luar daerah Mahulu, tetap kita masukan karena KTP-nya Mahulu,” lanjut pria yang juga menjabat Kepala Distrantimbum Mahulu ini.
Ditargetkan lahan pemakaman ini sudah bisa digunakan paling lambat akhir bulan Juli. Meskipun sudah ada lahan pemakaman, Lawing berharap tidak ada lagi korban meninggal di Mahulu ini.
Oleh karena itu dirinya juga mengimbau masyarakat untuk bisa mematuhi aturan yang sudah dibuat Pemerintah, dan seluruh masyarakat agar dapat selalu menerapkan prokes kesehatan baik ketika di rumah maupun ketika sedang bepergian.
Sebelumnya sempat terjadi kenaikan kasus korban terpapar Covid-19 di Mahulu. Terhitung per 5 Juli sudah ada sekitar 111 korban terpapar Covid-19 yang tersebar di beberapa wilayah di Mahulu. Seperti Bumi Perkemahan, RSP GSM, serta puskesmas-puskesmas yang dijadikan tempat karantina korban terpapar Covid-19.
Penulis: */Yosafat
Editor : Bambang Irawan