Mahulu Siap Laksanakan PTM
2 menit baca172 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memastikan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat dilaksanakan. Namun saat ini Disdikbud Mahulu masih menunggu hingga 12 Juni, sesuai Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar dan Menengah Disdikbud Mahulu, Bungai mengaku sudah berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) dan Tim Gugus Tugas (TGT) untuk melaksanakan PTM di Mahulu. Selain itu, pihaknya juga sudah memenuhi persyaratan PTM. Di antaranya seperti meminta persetujuan wali siswa, dan menyiapkan sarana prasarana kesehatan seperti masker, hand sanitizer, serta pelindung wajah.
“Itu sudah semua kita lakukan. Artinya sekarang pun kita sudah bisa melaksanakan sekolah tatap muka,” ujar Bungai, ketika ditemui Koran Kaltim, Rabu (2/6/2021) kemarin.
Dijelaskannya, pendanaan sarana dan prasarana Alat Pelindung Diri (APD) tersebut, berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan juga bantuan dari pihak swasta. Jumlah sekolah yang akan mulai melaksanakan PTM adalah sebanyak 54 sekolah, yang terdiri dari 38 SD, 1 Filial, dan 15 SMP. Pihaknya juga sudah memberikan surat edaran kepada para Kepala Sekolah untuk mempersiapkan syarat-syarat yang diminta, serta meminta para Kepala Sekolah untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
“Setelah syarat-syarat itu terkumpul, baru Disdikbud meminta izin kepada Kepala Daerah untuk melaksanakan PTM,” jelasnya.
Menurut penuturannya, para siswa dan wali siswa menyambut baik soal segera dilaksanakannya PTM ini. Banyak siswa yang kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dikarenakan banyak daerah di Mahulu yang belum mendapatkan signal telepon serta internet. Namun apabila ada wali siswa yang keberatan ikut PTM, maka akan disediakan altenatif untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Kondisi Mahulu yang kembali masuk dalam zona hijau, juga disebutkannya, menjadi salah satu faktor pendukung wali siswa ingin PTM segera dilaksanakan.
Namun pihaknya juga akan terus waspada, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama pada sekolah yang memiliki siswa yang banyak, seperti SD 01 Ujoh Bilang yang memiliki siswa sekitar 300 hingga 400.
“Dibutuhkan koordinasi berbagai pihak, agar daerah Mahulu dapat tetap menjadi zona hijau,” pungkasnya.[]
Penulis :*/Yosafat
Editor : Redaksi Koran Kaltim










