Yapan yang didampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan memahami penggunaan anggaran tersebut memang harus dikelola dengan sangat hati-hati. Ketakutan dari dinas pun sangat dipahaminya jika anggaran yang disiapkan tersebut dapat berpotensi menimbulkan masalah kedepannya. Akan tetapi, ini bukan menjadi hambatan untuk dinas terkait membuat program dalam penanganan Covid-19 ini.
“Kami juga berkoordinasi dan meminta pengawasan dari Kejaksaan agar anggaran tersebut bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Yang terpenting adalah pengelolaan anggaran tersebut harus benar-benar sesuai dan ditujukan bagi masyarakat dalam kondisi pandemi sekarang ini,” tambah Edyanto Arkan.
Salah satu penggunaan anggaran yang sudah dikoordinasikan adalah mengenai pembelian mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk pemeriksaan swab. Meski Kubar memang sudah mempunyai mesin TCM yang ada sebenarnya untuk pemeriksaan TBC yang sudah di modifikasi sesuai standar pemeriksaan Covid-19.
Namun mesin yang sudah dimiliki tersebut sedikit bermasalah dan terpaksa meminta bantuan dari Laboratorium Kesehatan Provinsi dalam setiap pemeriksaan sampel swab Covid-19. Harapannya mesin ini bisa terbeli agar mempercepat mengetahui hasil pemeriksaan swab Covid-19. Sebab sampel swab yang dikirim harus memakan waktu yang cukup lama untuk didapatkan hasilnya, karena banyaknya sampel yang harus diperiksa oleh pemprov.
“Sudah dikoordinasikan, dan pemerintah bisa menggunakan anggaran untuk mendatangkan mesin ini. Sebab anggaran tersebut tidak bisa dikeluarkan seenaknya saja,” tandas FX Yapan. (*)
Penulis: */M Yasir Handayan
Editor: Aspian Nur
* Berita ini sudah terbit di koran kaltim Edisi Cetak hari Senin 10 Agustus 2020