Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasi Humas Iptu Magdalena Lawai menjelaskan kronologis kejadian sehingga wafatnya gadis tersebut dalam kondisi terbakar.
Awalnya si gadis menonton pertandingan sepak bola di televisi di kamar bersama kedua orangtuanya dan sekitar pukul 01.00 WITA kembali ke kamar sendiri untuk tidur.
"Sekitar jam empat dini hari ibu almarhumah yaitu PS terbangun dari tidur dan melihat api menyala besar dari dalam kamar putrinya. Si ibu langsung berteriak memanggil anaknya," jelas Magdalena.
Mendengar istrinya berteriak DD pun terbangun dan melihat api sudah membesar. DD ke dapur mengambil air dan menyiramkan ke dalam kamar putri sambungnya itu untuk memadamkan, namun tidak mampu.
"Ayah si gadis kemudian keluar rumah meminta tolong warga sekitar dan warga sekitar datang membantu memadamkan api dengan air yang ada di kran samping rumah sampai berhasil dipadamkan," ujarnya.
Setelah api padam diketahui si gadis masih berada di dalam kamar tersebut dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik atau korsleting pada terminal yang tercolok kipas angin dan membakar tilam busa yang digunakan si gadis untuk tidur.
"Pada pukul 04.30 WITA ketua RT setempat mendatangi Polresta Bulungan untuk melaporkan kejadian ini. Kami menuju lokasi dan memasang police line, mengumpulkan bukti informasi dari saksi-saksi dan membawa jenazah ke rumah sakit (RSUD Tanjung Selor)," tutup Magdalena.
Editor: Aspian Nur