Dengan bekerja sama dengan Bapenda Nunukan, OTT ini menyisir seluruh parkiran kendaraan yang ada di kompleks Kantor Bupati Nunukan.
Hasilnya, lebih dari 50 kendaraan pribadi pegawai terjaring OTT. Bahkan ada sekitar 10 kendaraan di antaranya merupakan kendaraan dinas dengan plat merah.
Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan UPTD Bapenda Kabupaten Nunukan, Budiansyah mengatakan tujuan dari kegiatan OTT ini untuk memberikan himbauan dan pemberitahuan ketaatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada wajib pajak.
“Kami mengingatkan kembali kepada wajib pajak kendaraannya telah jatuh tempo, baik tahunan maupun lima tahunan. Karena, terkadang masyarakat ini karena kesibukannya, lupa membayar pajak,” jelasnya.
Operasi tempel-tempel ini sebelumnya juga sudah dilakukan di SMAN 1 Nunukan dan SMAN 2 Nunukan. Hasilnya juga sama, puluhan kendaraan terjaring, baik milik pribadi pegawai maupun pelajarnya.
“Rata-rata dari OTT ini kendaraannya menunggak satu tahunan, dua tahunan, tiga tahunan hingga lima tahunan,” ucap Budiansyah lagi.
Namun terkait kendaraan plat merah, dia mengaku sebelumnya juga pernah terjadi. Dimana, hasil komunikasi bahwa Pemkab Nunukan terkendala dengan BPKB kendaraan yang tercecer.
“Jadi ada syarat administrasi yang tidak bisa mereka lengkapi, sehingga tidak bisa lakukan proses perpanjangan. Namun tentu ke depan kita mengupayakan terus,” ungkapnya.
Hasil dari OTT ini, dia juga mengaku menjadi catatan pihaknya untuk ke depannya. “Karena kami juga ada razia rutin pajak kendaraan bersama Satlantas Polres Nunukan. Jadi, ketahuan kendaraan yang pernah kita tangani,” jelasnya.
OTT ini nantinya akan terus dilakukan di tempat-tempat parkiran lainnya. Misal, Kantor Gadis I maupun Gadis II Nunukan. Begitu parkiran umum lainnya. “Tapi, saat ini, kita jadwalkan waktu yang pas untuk kita turun kembali,” tutup Budiansyah. (*/kk)