Namun disisi lain bagi pelaku jasa penyeberangan atau tambangan yang menggunakan perahu ketinting, situasi ini justru menjadi peluang untuk kembali beroperasi melayani rute Tanjung Selor-Tanjung Palas, seperti yang ada di Dermaga Kayan V Tanjung Selor.
Buwol, seorang pengemudi kapal tambangan mengungkapkan kondisi ini membawa berkah bagi para pelaku usaha tambangan.
“Ini kesempatan kami mencari uang untuk bulan puasa dan Lebaran nanti, biasanya hanya dapat sekitar seratus ribu sehari, Alhamdulillah sekarang bisa lebih,” kata Buwol.
Tak hanya bagi penyedia jasa, aktivitas penyeberangan dengan perahu ini turut membangkitkan kenangan bagi sebagian warga.
Nurul, seorang penumpang mengatakan merasa bernostalgia saat kembali menyeberang menggunakan perahu.
“Saya merasa nostalgia, waktu sekolah dulu hampir tiap hari pergi pakai perahu tambangan ini,” sebut Nurul.
Penutupan Jembatan Bulu Perindu dijadwalkan berlangsung hingga 19 Maret 2025, tergantung pada kondisi cuaca dan kelancaran pekerjaan. Selama masa perbaikan, tambangan menjadi solusi utama bagi masyarakat yang menyeberang dari Tanjung Selor ke Tanjung Palas, atau sebaliknya.
Editor: Aspian Nur