“Memang pada dasarnya cuaca di Kaltara meski hujan sepanjang tahun namun ada fenomena khusus yang terjadi saat ini bisa mengalami anomali. Saat belahan bumi utara khususnya Filipina dan Vietnam ada pusat tekanan rendah, sehingga menarik angin uap air yang ada di Indonesia khususnya Kaltara kencang kesana. Dalam beberapa hari ini pertumbuhan awan hujan sangat kecil, mengakibatkan kurangnya intensitas hujan,” kata Kepala BMKG Kaltara, Muhammad Sulam Khilmi melansir dari Korankaltara.com Kamis (19/9/2024) hari ini.
Meski begitu dampak asap di Tarakan tidak sampai mengganggu simpul-simpil strategis publik. “Untuk di Tarakan masih dalam ambang standar. Jadi, masih bisa aktivitas penerbangan. Jarak pandang masih 4 kilometer, masih bagus,” ucap Khilmi lagi.
Sementara Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, kebakaran lahan memang telah terjadi di beberapa titik di provinsi tersebut. Tim Rescue dan UPT Dinas Kehutanan Kaltara sudah dikerahkan untuk membantu melakukan pemadaman terhadap lahan yang terbakar.
“Kami masih selidiki apakah itu termasuk bakaran (terjadi alami) atau dibakar. Kalau dibakar kami proses hukum,” tegas Zainal.
Masyarakat yang melakukan aktivitas pembakaran lahan untuk kegiatan pertanian akan diawasi agar api tidak merembet ke tempat lain yang bisa memicu kebakaran luas dan kabut asap.
“Harus ditaati soal aturan membakar lahan, utamanya harus dijaga dan diawasi sampai benar–benar padam, baru boleh ditinggal,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur