Berkenaan itu, BPS bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Telkomsel untuk melakukan penghitungan dengan menggunakan metode Mobile Position Data (MPD) untuk menghitung jumlah wisman.
Secara lengkap, BPS mencatat adanya 212 kunjungan sinyal nomor telepon China, 260 kunjungan sinyal nomor telepon Belanda dan 28.318 kunjungan sinyal nomor telepon Malaysia pada bulan Juni 2024. "Kunjungan ini berdasarkan nomor telepon yang ditangkap BTS (Base Transceiver Station) di wilayah perbatasan melalui sistem MPD," kata Yuni melansir dari Korankaltara.com Jumat (2/8/2024) hari ini.
Berdasarkan informasi yang didapat BPS, kunjungan warga Negara Belanda di perbatasan biasanya untuk melakukan penelitian diantaranya ke daerah Krayan dan Lumbis, Kabupaten Nunukan.
"Kalau biasanya merupakan penelitian dari WWF (World Wildlife Fund / organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan), terbacanya nomor telepon Belanda," ungkapnya.
Adapun, BPS belum bisa memotret informasi mengenai latar belakang kunjungan dari China melalui perbatasan lewat jalur tidak resmi. "China tidak terbaca karena kami juga hanya dari nomor telepon. Kalau secara administrasi, ada 82 kunjungan resmi WNA China kategori wisatawan mancanegara ke Kaltara," jelasnya.
Sementara itu, kunjungan nomor telepon dari Malaysia yang banyak terpotret, sebagian besar diantaranya bukan untuk tujuan berwisata melainkan untuk kegiatan aktivitas perdagangan, kunjungan sanak keluarga dan lainnya.
Secara teknis, sistem MPD mengategorikan sinyal nomor telepon sebagai kunjungan wisman ketika intensitasnya tidak lebih dari empat kali dalam kurun waktu satu bulan. Ketika lebih dari itu, tidak dihitung lagi sebagai kunjungan wisman.
"Misal saya ke Malaysia lima kali bolak-balik, itu tidak dihitung lagi, kalau sudah lebih dari empat kali dalam satu bulan, dianggap rutinitas," ucap Yuni lagi.
Berdasarkan MPD, jumlah wisman yang berkunjung ke Kaltara pada Juni 2024 sebanyak 29.405 kunjungan. Terjadi peningkatan sebesar 8,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. "Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman MPD ke Provinsi Kalimantan Utara pada periode Tahun 2024 sebanyak 177.616 kunjungan, atau terjadi penurunan sebesar 25,14 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2023 yang tercatat sebanyak 237.257 kunjungan," tutup Yuni.
Editor: Aspian Nur