Puncak Iraw ini ditandai dengan penurunan dan pelarungan Padaw Tujuh Dulung Iraw, bahasa suku Tidung yang berarti perahu tujuh haluan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kalimantan Utara Bustan menjelaskan Iraw Tengkayu merupakan acara adat yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat suku Tidung yang mendiami Kota Tarakan.
Gubernur Zainal Arifin Paliwang kata Bustan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Tarakan dan seluruh masyarakat suku Tidung yang telah berupaya melestarikan tradisi ini. “Diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan ini, masyarakat suku Tidung dapat lebih mengenal dan memahami budayanya sendiri,” kata Bustan dilansir dari kaltaraprov.go.id Senin (9/101/2023) hari ini.
Sesuai dengan rilis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Iraw Tengakyu 2023 merupakan salah satu bagian dari 110 Karisma Event Nusantara (KEN).
“Diharapkan Iraw Tengakyu akan selalu menjadi bagian dari KEN tiap tahunnya. Tradisi ini harus dikelola dengan baik dan profesional sehingga dapat menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” harap Bustan.
Editor: Aspian Nur