Sedangkan pengangguran dari jenjang pendidikan perguruan tinggi paling rendah di angka 3,25 persen.
Sementara itu, jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan tingkat pengangguran terjadi pada lulusan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Pertama. Peningkatan terbesar terjadi pada pendidikan SD ke bawah sebesar 3,10 persen poin.
“Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, tingkat pengangguran menurun pada jenjang perguruan tinggi, SMK dan SMA. Penurunan terbesar ada di lulusan perguruan tinggi sebesar 3,36 persen poin,” kata Yuda dilansir dari Korankaltara.com Senin (27/2/2023) hari ini.
Secara umum, tingkat pengangguran di Bulungan pada Agustus 2022 sebesar 5,03 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat lima orang penganggur. “Pada Agustus 2022, tingkat pengangguran mengalami peningkatan sebesar 0,49 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2021,” imbuhnya.
Berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan, untuk laki-laki sebesar 6,36 persen dan perempuan 2,03 persen.
“Tingkat pengangguran laki-laki mengalami peningkatan sebesar 1,82 persen poin dibandingkan Agustus 2021. Sedangkan tingkat pengangguran perempuan mengalami penurunan 2,51 persen poin dibandingkan Agustus 2021,” kata Yuda lagi.
BPS mencatat masih ada penduduk usia kerja yang terdampak pandemi covid-19 pada Agustus 2022 sebanyak 2.672 orang.
Kendati demikian, angka itu mengalami penurunan sebanyak 5.554 orang, atau sebesar 67,52 persen dibandingkan dengan Agustus 2021. “Komposisi penduduk usia kerja yang terdampak pandemi berasal dari penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja,” ucapnya.
Namun, seluruh komponen dampak pandemi terhadap penduduk usia kerja mengalami penurunan.
Apabila dibandingkan dengan Agustus 2021, penurunan pada komponen pengangguran karena pandemic, bukan angkatan kerja karena pandemi, dan penduduk yang sementara tidak bekerja karena pandemic mencapai 100 persen.
“Ini berarti bahwa sudah tidak ada dampak pandemi Covid-19 terhadap penduduk usia kerja pada komponen tersebut. Tinggal, mereka yang masih mengalami pengurangan jam kerja saja,” tutup Yuda.
Editor: Aspian Nur