Banjir terjadi di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara, Kecamatan Malinau Kota, Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat dan Desa Paking Kecamatan Mentarang. “Sampai malam tadi diperkirakan banjir belum sepenuhnya surut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malinau Iwan Darma dilansir dari Korankaltara.com Kamis (2/2/2023) pagi ini.
BPBD sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Malinau untuk meminta para motoris speedboat lebih berhati-hati karena kikhawatirkan batang kayu yang tenggelam dan tidak terlihat motoris bisa membuat kecelakaan terjadi. “Kami tetap pantau kondisi banjir bekerjasama dengan relawan peduli bencana dan aparat desa untuk informasi banjir di desa mereka,” jelas Iwan lagi.
Sepanjang perjalanan speedboat dari Tarakan menuju Malinau di Sungai Sesayap banjir besar, mengakibatkan banyak batang hanyut. Bahkan speedboat Malinau Ekspres yang berangkat sekira pukul 08.00 Wita sempat berhenti beberapa kali di tengah perjalanan, akibat menabrak batang.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kaltara telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Kaltara. Bibit siklon tropis 94S terpantau berada di Samudera Hindia barat daya Lampung.
Sistem tersebut dengan kecepatan hingga 20 knot dan tekanan minimum 1005.6 mb bergerak ke arah barat daya.
Sirkulasi siklonik terpantau berpotensi terjadi di Kaltara dan membentuk konvergensi. Pada 2 Februari hari ini, potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang di wilayah Malinau Selatan Hulu, Sesayap, Tana Lia, Peso Hilir, Lumbis Hulu, Tanjung Palas Utara, Tanjung Selor, Pujungan, Kayan Hilir, Sei Menggaris, Sungai Boh, Nunukan, Bahau Hulu, Lumbis Pansiangan dan sekitarnya.
Sedangkan 3 Februari besok di wilayah Peso Hilir, Tanjung Palas Timur, Lumbis Hulu, Tanjung Palas Utara, Tanjung Selor, Kayan Hilir, Lumbis Pansiangan, Tarakan, Tulin Onsoi, Malinau Selatan Hilir dan sekitarnya.
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas dan Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan Malinau, Andre Setiawan saat dihubungi juga mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca selama tiga hari kedepan.
“Motoris kami imbau untuk berhati-hati membawa armada speedboat. Memang bukan kali pertama di Malinau, jadi pengalaman untuk nakhodanya. Kalau memang air sudah tidak memungkinkan atau banyak batang hanyut, kami imbau tunda keberangkatan. Tapi, kalau memungkinkan bisa dilanjutkan,” ujar Andre.
Dia mengatakan, pihaknya baru mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada para motoris secara tertulis Kamis (2/2/2023) hari ini Namun secara lisan sudah disampaikan kepada agen speedboat.
“Alat transportasi sungai dan darat kami sampaikan waspada. Darat kan rawan banjir dimana-mana. Mungkin nanti akan ada pengalihan arus lalu lintas di daerah Seluwing paling utama. Kemudian di daerah Malinau Seberang akan ada rekayasa lalu lintas kalau tidak bisa dilewati,” sebut Andre.
Editor: Aspian Nur