Gazalba, Ketua RT 08 Jalan Lingkar Kelurahan Selisun, Nunukan menjelaskan, kemunculan predator air itu paling banyak terjadi menjelang sore hari. "Mungkin lapar, makanya ke pesisir cari makan. Apalagi, ada kandang ayam di situ, tapi nggak pernah naik ke darat," kata Gazalba dilansir dari Korankaltara.com Selasa (15/11/2022) hari ini.
Keberadaan ternak ayam di kawasan itu diduga menjadi pemicu buaya tersebut kerap datang. Apalagi, masyarakat pernah membuang perut sapi maupun ratusan ekor ayam mati sehingga menjadi tempat buaya mencari makan.
"Tapi tidak ada juga orang mandi disitu. Dulu pernah anak-anak suka mandi tapi sejak muncul pertama itu, tidak ada sudah yang mau turun," jelasnya.
Masyarakat diakui Gazalba khawatir, namun tidak berbuat banyak. "Lagi pula buaya itu tidak pernah menggangu atau naik ke rumah warga atau ke kolong rumah. Ya, paling di situ-situ saja," bebernya.
Diduga sungai di Jalan Lingkar jadi habitat dan tempat beranak pinak buaya tersebut sebab beberapa warga kerap mendapatkan anak buaya yang masuk jala.
"Tapi anak-anaknya dilepaskan saja, warga juga tidak mau membunuhnya. Kalau plang peringatan memang tidak ada, karena semua masyarakat juga tahu adanya buaya itu," pungkas Gazalba.
Editor: Aspian Nur