“Saat ini kami tengah fokus mengikuti perkembangan korban. Bahkan Kapolda Kalimantan Utara juga sudah melakukan kunjungan secara langsung terhadap korban,” ungkap Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia dilansir dari laman Antaranews.com Sabtu (1/10/2022) hari ini.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya didampingi Kapolres Tarakan, AKBP Taufik juga sudah melihat kondisi HS dan memastikan pihak rumah sakit memberikan pelayanan dan penanganan terbaik kepada dia yang saat ini masih dalam perawatan.
Polda Kaltara dan Polres Tarakan juga telah memberikan santunan terhadap pihak keluarga HS dan biaya pengobatan yang seluruhnya ditanggung oleh pihak kepolisian. Sebelumnya Kamis (29/9/2022) dua hari lalu HS melakukan operasi kecil. Dan Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya juga meminta agar tim dokter memastikan perkembangan wanita tersebut ditangani sebaik mungkin.
“Operasi kecil dilaksanakan oleh tim dokter untuk memastikan sudah tidak ada lagi proyektil yang tertinggal,” lanjut Taufik.
“Pasca operasi kondisi korban stabil dan akan terus dipantau hingga beberapa hari kedepan. Kami juga terus melakukan kunjungan terhadap korban untuk memastikan kondisinya dan memberikan suport terhadap korban,” imbuhnya.
Sementara terkait dengan oknum anggota Polres Tarakan yang diduga salah tembak dipastikan telah ditangani oleh pihak Propam Polda Kalimantan Utara sesuai dengan ketentuan.
“Untuk personel yang melakukan kesalahan, akan proses sesuai dengan ketentuan yang ada. Dan oknum kepolisian tersebut sudah diproses oleh Ditpropam Polda Kaltara,” tegas Taufik.
Kapolda memerintahkan bidang Propam dan Kapolres untuk melakukan proses hukum kepada oknum anggota yang melakukan kesalahan prosedur sesuai dengan aturan hukum yang berlaku yaitu due process of law karena aparat hukum tidak boleh melanggar hukum dalam proses penegakan hukum.
Kronologis kejadian salah tembak warga oleh polisi di Perumahan PNS RT 21, Kelurahan Juata Permai pukul 14.00 WITA ini berawal saat HS sedang melayani pembeli bensin botolan yang dijualnya di depan rumah. Ternyata pembelinya yang menggunakan motor Honda Scoopy warna putih merupakan pelaku kejahatan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Keterangan salah satu saksi mata yang merupakan tetangga korban di lokasi kejadian, saat motor pelaku yang dikejar polisi ini memarkirkan kendaraannya di depan rumah HS, ada mobil yang membuntuti di belakang. “Mobilnya mengikuti motor itu. Pas motornya berhenti mau diisi bensin, ada dua tembakan dari orang di dalam mobil, katanya polisi. Pelakunya sempat ambil motornya terus melarikan diri,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Editor: Aspian Nur