“Desa yang paling banyak mengalami banjir ada di Nunukan dan Malinau, masing-masing 22 desa dan 18 desa. Satu desa di Malinau bahkan mengalami banjir bandang,” kata Basran, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kaltara, dilansiri dari laman Korankaltara.com Senin (18/4/2022) hari ini.
Berbicara tentang bencana lain yang terjadi di desa, tercatat 21 desa/kelurahan mengalami tanah longsor, satu desa/kelurahan mengalami gelombang pasang air laut.
Lalu, empat desa/kelurahan mengalami angin puyuh/puting beliung/topan, 13 desa/kelurahan mengalami kebakaran hutan dan lahan dan 4 desa/kelurahan mengalami kekeringan.
Lanjut dia, belajar dari terjadinya bencana alam, terdapat 37 desa/kelurahan yang telah memiliki sistem peringatan dini bencana alam.
Selain itu, satu desa/kelurahan memiliki sistem peringatan dini tsunami dan 38 desa/kelurahan memiliki perlengkapan keselamatan. “Adapun, 12 desa/kelurahan memiliki rambu-rambu dan jalur evakuasi. Kemudian, 99 desa/kelurahan melakukan pembuatan perawatan atau normalisasi sungai, kanal, tanggul, dan lain-lain,” papar Basran.
Editor: Aspian Nur