“Kami sudah mempersiapkan persediaan uang kartal sebesar Rp920 miliar. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat. Baik dari jumlah nominal maupun pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat, atau sebesar 65 persen di atas proyeksi kebutuhannya,” sebut Tedy, Minggu (23/4).
Ia menambahkan, BI mempersiapkan uang kartal ini untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi tunai masyarakat di Kaltara. Khususnya terkait dengan kebutuhan uang rupiah pecahan baru selama periode Ramadan dan Idulfitri.
“Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan melalui siklus tahunan, data yang ada menunjukkan bahwa selama periode Ramadan dan Idulfitri, secara umum kebutuhan uang tunai mengalami peningkatan di masyarakat Kaltara,” ungkapnya.
Melalui penyediaan kebutuhan uang tunai tersebut, pihaknya sudah memperhatikan berbagai asumsi makro ekonomi terkini dan kondisi terkait penyebaran pandemi Covid-19. Dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 terkini serta aspek kesehatan masyarakat, layanan penukaran uang rupiah tahun ini dilakukan melalui perbankan yang tersebar di seluruh Kaltara.
“Kami juga bersinergi dengan perbankan, melalui dibukanya penukaran uang di 36 lokasi di masing-masing jaringan kantor pelayanan bank di wilayah Kaltara. Selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, layanan penukaran di perbankan umum sejak 4 April hingga 29 April,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul mengapresiasi Bank Indonesia bersama perbankan yang sudah membuka lebih awal kegiatan penukaran uang rupiah pecahan kecil baru untuk masyarakat. Selain itu, ia juga mengukuhkan 9 orang Duta CBP Rupiah yang terdiri dari perwakilan Akademisi, TNI, POLRI, ASN, Mahasiswa, Pelajar dan Perbankan Kaltara.
“Ini sebagai pengembangan edukasi rupiah yang tidak hanya terbatas pada edukasi terkait keaslian dan merawat fisik uang rupiah. Tetapi juga mencakup peran rupiah sebagai simbol dan identitas bangsa, serta fungsi rupiah dalam perekonomian secara menyeluruh,” tandasnya.
Sumber: Koran Kaltara