“Itu sudah diusulkan Wakil Gubernur Kaltara. Kunjungan Menko Marves sekaligus menutup acara budaya itu,” ujar Bupati Bulungan Syarwani.
Diharapkan, sejumlah agenda bisa disinkronkan, baik agenda Rakor hingga peninjauan lokasi groundbreaking KIPI, sebelum kedatangan Presiden RI Joko Widodo nantinya.
“Rakor juga akan dilakukan bersama dengan sejumlah kementerian terkait lainnya, termasuk juga dengan TNI dan Polri,” sebut Syarwani.
Sementara Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan usai mengikuti rapat koordinasi dengan Kemenko Marves secara virtual kemarin menjelaskan rencana Luhut menutup pesta budaya. “Beliau akan menutup acara Pesta Budaya Sungai Kayan yang berlangsung sejak akhir November lalu,” kata Yansen.
Kalau Luhut hadir pada penutupan Pesta Budaya Sungai Kayan, akan menjadi hal yang luar biasa. Menurutnya, strategi pembangunan itu harus dimulai dengan memberdayakan masyarakat. Salah satunya melalui pendekatan budaya.
“Kami berharap beliau dapat hadir pada agenda itu. Tradisi sudah berkembang sejak lama, dengan keunikannya sendiri,” terangnya.
Kedatangan Luhut dengan tujuan pembangunan di KIPI langsung dieksekusi usai diresmikan agar kawasan industri tersebut dapat dimanfaatkan dalam membangun perekonomian yang lebih produktif.
“Saat ini progres untuk lahan, itu dari beberapa perusahaan yang memegang (izin) disitu. Yang sudah siap sekarang, itu dari lima perusahaan. Dari beberapa perusahaan itu, nanti mengelola masing-masing,” papar Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang beberapa waktu lalu.
KIPI yang akan dibangun nantinya menggunakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) mencapai 30 hektare (Ha). Wilayah sekitar tersebut juga akan direncanakan ada Pembangkit Tenaga Listrik Surya dan Pabrik Baterai.
“Pembangunan proyek groundbreaking KIPI di lahan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan itu milik pemerintah pusat, yang sudah ditangani Kemenko Marves dan hanya di lahan 30 hektare itu saja,” ungkapnya.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur