Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Tarakan, Franky Sientoro mengatakan, Jusuf SK belum dirawat secara resmi karena masih berada di IGD.
Tenaga kesehatan masih mempersiapkan perawatan untuk masuk ruangan, namun kondisi kesehatan yang bersangkutan langsung turun.
“Kondisi beliau memang sudah berat, sudah mulai sesak nafas, lalu kami siapkan infus, swab PCR. Tiba-tiba sesak lalu kami lakukan tindakan. Kesimpulan dokter yang merawat kebetulan ahli paru yaitu dokter Bila, beliau meninggal pada pukul 11.50 WITA dengan diagnosa kematian kecurigaan infeksi paru-paru,” kata Franky.
Kondisi fisik Jusuf SK saat dibawa ke IGD sudah lemah bahkan fungsi jantung hanya sekitar 37 persen, padahal orang butuh untuk hidup normal minimal 70 persen,
“Kalau 37 persen agak berat, sehingga begitu masuk IGD kondisinya terus menurun,” ungkapnya.
Meskipun sudah dilakukan berbagai upaya dalam keadaan darurat, namun nyawa pria kelahiran 2 Februari 1944 ini tidak dapat diselamatkan.
Selain paru-paru, dokter juga mendeteksi adanya penyakit jantung.
“Dugaan kami ada proses infeksi yang meracuni tubuh, sehingga tekanan darah turun, fungsi keseluruhan turun. Ini kematian wajar, kita pertimbangkan Covid-19 sehingga swab dilakukan, sambil menunggu hasil kondisi kesehatan turun hingga akhirnya meninggal dunia,” papar Franky.
Putri Jusuf SK, Ari Yusnita mengatakan, dua hari lalu kondisi kesehatan sang ayahanda mulai terlihat menurun.
Oleh karena itu dilakukan pemasangan infus dan merangsur membaik.
“Dua hari lalu bapak lemas, tetapi biasanya natriumnya turun, jadi saya takut di rumah sakit masalah Covid-19 ini. Makanya minta dirawat di rumah dan pasang infus,” ujarnya.
Setelah dipasang infus kondisinya membaik. Kata Ari, Jusuf SK sudah bisa makan pagi.
“Malamnya saya melihat bapak masih bagus, masih makan,” ujar Ari lagi.
Sementara Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, semasa hidupnya, almarhum banyak berbuat hal baik untuk masyarakat Kaltara dan Tarakan khususnya, selain itu juga membangun jiwa sosial.
“Kita kehilangan tokoh besar di Kalimantan. Kita kehilangan seorang akademisi. Kita doakan beliau dalam perjalanan menghadap sang ilahi, semoga dilancarkan. Amal ibadah selama hidup diterima, diampuni semua dosanya dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Atas nama keluarga dan pemerintah kami menyerahkan sepenuhnya jenazah almarhum dr. Jusuf SK untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Tarakan,” ujar Zainal.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur