Selain tinggi gelombang, sejumlah daerah di provinsi bungsu di Indonesia ini juga akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi terutama di wilayah bagian hulu sungai di Kaltara seperti di Kayan Hilir – Malinau, Kecamatan Pesso Bulungan, Sekatak – Bulungan, akan terjadi hujan sedang hingga lebat.
Akibatnya, intensitas hujan di wilayah hulu sungai patut diwaspadai masyarakat yang ada di wilayah hilir terutama warga yang berada di Ibukota Kaltara, Tanjung Selor yang biasanya menjadi langganan banjir.
“Waspada potensi hujan sedang-lebat disertai kilat atau petir pada sore hari hingga malam hari di wilayah Malinau Selatan, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan Hulu, Malinau, Sungai Boh, Peso Hilir, Sesayap, Peso, Sekatak, Kayan Hilir,” bunyi peringatan BMKG Tanjung Harapan.
Tingginya gelombang di perairan laut Kaltara, disebabkan tiupan angin dari arah barat laut – timur laut mencapai 3 -15 knots. Sementara dari arah angin utara ke timur, mencapai 6 hingga 15 knots.
Pihak kepolisian pun meminta masyarakat agar mewaspadai cuaca ektream yang terjadi saat ini. Baik yang beraktivitas di laut maupun darat. Terkhusus untuk musibah banjir, puluhan personel gabungan disiagakan guna melakukan evakuasi jika terjadi bencana alam.
“Kami minta tetap waspada dengan situasi cuaca saat ini terutama musibah banjir yang harus menjadi waspada bersama. Tapi kita akan tanggap, jika memang ada kejadian bencana alam,” kata Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono melalui Kabid Humas Kombes Budi Rachmat.
Berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, musibah banjir masih menjadi momok yang kerap terjadi di beberapa wilayah. Sehingga koordinasi dengan stakeholder yang lain terus ditingkatkan, demi menghindari adanya kerugian.
“Terutama di Tanjung Selor, paling kita antisipasi. Apalagi kan cuaca sekarang ini selalu hujan. Apabila hujan turun terus bertepatan dengan air (laut) pasang, itu yang berpotensi terjadi di sini. Jadi harus memang selalu waspada,” tutup Budi.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur