“Ini menjadi peluang bagi Malinau agar bisa masuk menjadi 50 kabupaten dan kota smart city,” ujar Bupati Malinau Wempi W Mawa.
Pemkab Malinau sudah mengikuti penilaian tersebut secara virtual da mengetahui kalau Malinau memiliki kekuatan yang besar masuk menjadi 50 daerah di Indonesia sebagai smart city. “Menurut perasaan saya, Malinau bisa masuk,” tegas Wempi.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Malinau Agustinus mengatakan, di Kalimantan Utara daerah yang masuk penilaian ada dua yaitu Malinau dan Nunukan.
“Hanya Malinau dan Nunukan yang mengumpulkan kuisoner. Mulai dari sisi regulasi, kebijakan dan penganggaran,” ujar Agus.
Di Malinau yang bisa terintegrasi hanya ada di empat kecamatan yakni Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang.
“Kalau masuk di 50 besar, maka dapat membantu penyusunan smart city,” sebutnya.
Ada empat indikator besar dalam asesmen yang harus dipenuhi. Pertama suprastruktur atau kelembagaan dan kebijakan. “Dari sisi suprastruktur sudah siap. Seperti adanya perbup tentang SPBE,” katanya..
Kemudian sempat dipertanyakan soal sumber daya manusia yang membidangi Informasi Teknologi (IT). “Kami akui yang konsen IT di Malinau masih 1 persen, tapi dalam penilaian ada solusi yang disampaikan bupati,” ungkapnya.
Untuk memenuhi penilaian tersebut, maka pihaknya akan mencari tenaga IT di luar tenaga ASN dan kontrak.
Selain itu, keberadaan jaringan juga hanya ada di empat kecamatan yang terakses dengan kabel fiber optik . “Yang tersambung kabel fiber optik di atas 25 persen di empat kecamatan itu,” ujarnya.
Kemudian desa yang sudah tersambung jaringan internet sebanyak 69 desa. “Sisanya ada lima yang masih blank spot dan tiga desa masih 2G,” paparnya.
Dikutip dari wikipedia.com, kota cerdas (smart city) merupakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) beserta teknologi internet untuk segala (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.
Aset ini meliputi sistem informasi instansi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya.
Kota cerdas ditujukan dalam hal penggunaan informatika dan teknologi perkotaan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur