Herd Immunity di Malinau Terkendala Vaksin, Kasus Covid-19 di Nunukan Terus Menurun
2 menit baca274 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, MALINAU – Dua kabupaten di Kalimantan Utara, Malinau dan Nunukan terus berupaya keras menurunkan kasus Covid-19.
Di Malinau, capaian herd immunity atau kekebalan kelompok terkendala ketersediaan stok vaksin sementara di Nunukan kasus Covid-19 kian melandai.
Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Malinau, John Felix Rundupadang belum bisa memastikan kapan target herd immunity tercapai.
Saat ini persentase vaksinasi sekitar 50 persen. “Sementara ini belum tahu kapan herd immunity tercapai karena kami tidak tahu stok vaksinnya kapan,” kata John.
Ketersediaan vaksin menjadi kunci utama tercapai herd immunity di Malinau karena saat vaksin terpenuhi, realisasi di lapangan bukan hal yang sulit. “Sebenarnya kuncinya itu vaksin tersedia,” tegasnya.
Persoalan lain juga muncul dari minimnya informasi detail vaksin yang diberikan pemerintah pusat, yakni jumlah dosis dalam satu vial.
“Vaksin CoronaVac tidak pernah ada informasi jika satu vial hanya dua dosis saja. Sebelumnya kalau Sinovac satu vial 10 dosis, Astrazeneca juga 10 dosis, Moderna 14 dosis,” jelas John lagi.
Hal itu sempat membuat Pemkab Malinau salah perhitungan. Target peserta vaksin tidak sesuai dengan jumlah vial yang didistribusikan.
“Jadi sebelumnya kami hitung-hitung dengan perkalian 10 (dosis per vial). Ternyata setelah kita distribusi ke Puskesmas, baru diketahui hanya bisa 2 (dosis) saja. Ini menyusahkan karena kami sudah siap mengumpulkan masyarakat, tapi akhirnya masyarakat kecewa karena banyak tidak dapat,” ungkapnya.
Diharapkan pemerintah pusat bisa belajar dari persoalan ini. Perlu ada penyampaian informasi detail dari setiap vaksin yang dikirimkan. “Harusnya sebelum didistribusikan, kami diberi tahu dari awal, ada berapa untuk jenis vaksin ini. Ini sudah tiba, sudah didistribusikan ke kecamatan dan sekolah-sekolah, ternyata baru tahu hanya 2 dosis satu vial. Saya bilang waduh bagaimana ini. Jumlah vial nya besar tapi hanya untuk beberapa orang saja. Ini hal yang membuat masyarakat kecewa,” tegas John.
Target herd immunity baru akan dirancang kembali ketika ada kepastian stok vaksin tersedia secara berkelanjutan.
Sebelumnya, ada 560 vial vaksin CoronaVac yang diterima Pemkab Malinau. Kemudian yang disalurkan melalui TNI sebanyak 350 vial dan Kepolisian 300 vial.
“Kalau dijumlah-jumlah 1.000 lebih. Kalau dikalikan 10 artinya 10 ribu dosis. Tapi ternyata hanya mampu 2 ribu orang saja,” keluhnya.
Sementara di Nunukan, angka kesembuhan Covid-19 menunjukkan hasil cukup baik. Itu dilihat dari menurunnya kasus aktif lantaran angka kesembuhan terus mengalami peningkatan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan, kasus aktif hingga Minggu (12/9/2021) kemarin tersisa 374 kasus. “Angka ini terus menurun dari bulan lalu,” kata Aris.
Turunnya kasus aktif lantaran semakin tingginya kasus sembuh. Sampai saat ini kasus sembuh telah mencapai 91,47 persen atau 5.373 kasus sembuh dari kasus konfirmasi sebanyak 5.874 kasus.
“Apalagi saat ini tren penambahan kasus yang kami temukan per harinya semakin menurun,” jelasnya lagi.
Rata-rata per hari kasus baru hanya belasan, bahkan dibawah angka sepuluh kasus.
Untuk kasus aktif sebagian besar masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dan hanya beberapa kasus yang menjalani perawatan di RSUD Nunukan.
“Untuk isolasi mandiri rata-rata itu tidak memiliki gejala, beda kalau pasien yang memiliki gejala pasti teman-teman di Puskemas akan merujuk ke RSUD Nunukan,” ungkap Aris.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur










