“Di posisi kedua Malinau dengan angka 88 orang, Tarakan 87 orang, Nunukan 45 orang, di KTT (Kabupaten Tana Tidung) hanya 27 orang,” papar Rizki.
Bulungan memang menjadi salah satu target dalam bisnis peredaran narkoba di Kaltara. Ditambah lagi, dari data yang dimiliki, jika tujuh titik daerah yang sangat rawan peredaran barang haram tersebut berada di Bumi Tenguyun.
Sedangkan untuk Nunukan, kemungkinan hanya dijadikan sebagai jalur penyeludupan oleh para bandar maupun kurir. Karena hampir rata-rata barang haram yang diungkap di Kaltara berasal dari Tawau, Malaysia.
“Kemungkinan Nunukan ini hanya dijadikan sebagai jalur transit (para kurir) saja sebelum menuju daerah tujuan. Karena kan rata-rata barangnya (narkoba) dari Tawau. Sedangkan Nunukan dan Tawau itu kan berbatasan langsung,” papar Rizki.
Dalam melakukan pencegahan penggunaan narkoba ini, BNNP meminta agar tetap mengimplementasikan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.
Dalam Inpres itu, diminta agar selalu bersinergi dengan unsur perangkat daerah lainnya, baik pemerintah, swasta, pendidikan maupun lingkungan masyarakat. Hal ini agar target mengubah kawasan rawan narkoba menjadi kawasan produktif bisa benar-benar terealisasi.
“Kalau sinergitas selama ini memang sudah kita bangun. Apalagi kan di daerah kita ini, sudah termasuk sangat darurat mengenai peredaran narkoba,” jelas Rizki.
Berbagai macam alasan yang disampaikan oleh para pengguna ini setelah diamankan oleh pihaknya maupun pihak kepolisian. Para pengguna berdalih untuk menambah stamina ketika bekerja, itu hanya dijadikan alasan saja.
Lain pula alasan yang disampaikan oleh kurir karena faktor ekonomi. Menurut dia, para kurir maupun pengedar ini memang sudah meniatkan untuk mengedarkan narkoba. Maka tidak mengherankan, para gembong-gembong pengedar narkoba ini wajib diberi hukuman yang tegas, bahkan hingga dihukum mati.
“Apa yang disampaikan itu hanya alasan saja. Nggak ada yang namanya untuk tambah stamina. Malah akan bikin rusak masa depan aja. Begitu juga yang katanya alasan ekonomi. Memang mereka ini sudah niat untuk merusak masa depan,” tutup Rizki.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Jumat 18 Juni 2021 dengan judul Narkoba Dikonsumsi 450 Orang Kaltara