“Di sini tidak seperti di Tarakan yang tiap hari potong sapi terus minimal 2-3 ekor per hari untuk memenuhi kebutuhan pembeli, dan itu dilakukan setiap hari kalau di sini ya pada lebaran saja atau kalau ada acara tertentu yang membutuhkan banyak daging untuk dihidangkan pada acara, makanya kami pedagang daging sapi khususnya sapi lokal baru mulai jualan tiga hari mau lebaran saja,” jelas Nanar, pedagang daging musiman di Pasar Induk Imbayu Taka.
Penjualan daging sapi yang dimulai pada H-3 lebaran sambil melihat seberapa banyak pesanan dan pembelian daging sapi, kalau banyak maka dengan stok tiga ekor sapi akan ditambah dengan beberapa ekor sapi lagi hingga benar-benar bisa mengcover kebutuhan masyarakat KTT dalam persiapan idulfitri yang hanya tinggal sepekan ini.
“Tiga hari mau Lebaran, kami siapkan stok tiga ekor sapi dan kalau pembelian atau pesanan banyak akan kita tambah lagi sampai betul-betul mencukupi maunya pembeli, kami berharap ada peningkatan dibandingkan permintaan pembeli di tahun lalu, tahun lalu sekitar tujuh ekor sapi kami jual tapi belum tahu tahun ini bagaimana, semoga saja naik dan bukannya turun,” harapnya.
Tiap satu ekor sapi mempunyai berat maksimal 120 kg dengan harga Rp20 juta yang dibeli Nanar pada peternak lokal yang ada di KTT, Nanar berharap menjual daging sapi tidak hanya musiman saja tapi bisa dilakukan setiap harinya seperti biasanya dia menjual daging sapi di Tarakan.
“Di sini ada masuk penjual daging frozen atau daging beku yang didatangkan dari luar dan harganya pun lebih murah makanya kami sulit bersaing dan hanya menjual daging sapi pada momen tertentu saja, salah satunya ya lebaran begini,” imbuh dia.
Harga pasaran daging beku dijual dengan harga Rp85 ribu – Rp90 ribu per kg nya, sementara harga daging sapi lokal Rp150 ribu per kg dan bisa naik menjadi Rp160 ribu per kg tergantung mahal atau tidaknya harga sapi yang dibeli pedagang tadi.
“Tahun lalu ada yang jual daging sapi mulai Rp140 ribu – Rp150 ribu tapi tahun ini kemungkinan jualnya Rp150 ribu, tapi tetap lihat lagi bagaimana harga sapi yang kami beli di peternak lokal di sini, kalau mereka naikkan harga maka tidak mungkin kami menjual rugi, lihat saja nanti harganya bagaimana, jadi sekarang ini kami baru stok tiga ekor dulu sambil melihat permintaan pembeli,” tandas dia.
Sementara Pratiwi, warga Desa Tideng Pale mengatakan penjualan daging pada H-3 Lebaran terlalu lama sebab dirinya sudah mulai mencari stok untuk persiapan lebaran sehingga dirinya tidak perlu terlalu repot memasak saat hari lebaran tiba.
“Kalau sudah pasti dapat daging sapinya berapa banyak, jadi sudah bisa siap-siap mau dimasak apa, pakai bumbu apa semuanya sudah harus dipersiapkan sekarang karena kita belum pasti ini lebarannya Rabu atau Kamis depan, jadi siap-siap lebih awal lebih baik, dan harapannya semoga harga daging sapi lokal tidak lebih dari Rp150 ribu per kg di tahun ini,” harap Pratiwi.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 6 Mei 2021 dengan judul Harga Daging Sapi Segar Dipatok Rp150 Ribu per Kg