Sejauh ini program tersebut masih dinilai kurang maksimal. Apalagi hasilnya juga tidak begitu terlihat. Beberapa investor yang awalnya masuk untuk pengembangan kawasan tersebut, sudah angkat kaki alias gagal. Diketahui salah satu penyebabnya adalah masih minimnya sarana pendukung (infrastruktur).
Dengan kondisi saat ini, pengembangan dilakukan secara mandiri. Di mana Pemkab Bulungan melakukan pemetaan kawasan prioritas sebagai fokus utama pengembangan.
Terkait hal ini, Plt Kepala Bappeda dan Litbang Bulungan Iwan Sugianta mengatakan, dari lahan seluas 50 ribu hektar yang direncanakan, ada luasan efektif yang menjadi fokus pengembangan saat ini, yakni sekitar 10 ribu hektar dan saat ini sedang dilakukan pengelolaan.
“Dari seluruh luasan ada kawasan sebagai pendukung dan lainnya. Seperti ada khusus untuk tanaman pangan, dan kawasan untuk pendukung, sehingga luasan keseluruhan mencapai 50 ribu Ha itu,” ungkap Iwan.
Beberapa kawasan yang dinilai efektif dari 10 ribu hektar itu diantaranya berada di Desa Tanjung Buka dan beberapa wilayah lainnya karena kawasan food estate di Bulungan berada di empat kecamatan.
Iwan memastikan evaluasi akan segera dilakukan. “Evaluasi pasti. Apalagi visi kepala daerah saat ini juga berkaitan dengan pangan, dan selanjutnya aka nada terobosan dan strategi yang akan dilakukan,” sebutnya
Sementara untuk dukungan insfrastruktur pada food estate akan diprioritaskan. Sebab menurutnya dalam pengembangan program ini tidak hanya bisa untuk pangan, sehingga infrastrukturnya juga harus mendukung.
Terpisah, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, pengembangan pangan melalui program food estate masih terus dilakukan. Salah satunya yang berada di kawasan transmigrasi.
Syarwani menegaskan tak hanya bicara luasan, tetapi bagaimana manajemen pengelolaan di kawasan tersebut. Dicontohkan, di Sajau hilir, saat ini kata dia, sudah dapat menghasilkan setiap satu hektar sebanyak 5 ton beras.
“Dulu kami mengandalkan perlulasan kawasan petanian tapi sekarang kami coba intensifkan. Bisa dengan pengelolaan modern, dengan pemanfaatan bibit dan lain sebaginya. Artinya dalam luasan 1 hektar itu bisa kita naikan hasilanya smapai 1 ton beras,” sebutnya.
Secara bertahap sejauh ini program sektor pangan di Bulungan sudah mulai kelihatan. “Tentunya bertahap dan terus kita upayakan. Khususnya kaitannya dengan capaian produksi pangan di daerah,” tutup Syarwani.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Senin 26 April 2021 dengan judul 10 Ribu Ha Lahan Efektif Dukung Program Food Estate