Para pedagang mengaku menaikkan harga sesuai dengan harga yang diperoleh dari agen atau dari pihak pemasok. Jika harga naik, maka para pengecer terpaksa menaikkan harga pula.
“Kami sesuaikan dengan harga kami beli kepada yang memasok. Kalau harganya naik, kami terpaksa naikkan, karena kalau tidak kami bisa rugi,” kata seorang pedagang.
Namun kenaikan harga yang terjadi masih normal. Pasalnya, sebelum memasuki bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas itu masih kurang lebih sama. “Tapi ini masih stabil, karena memang dari sebelum bulan puasa sudah segitu harganya. Paling tinggi naik seribu rupiah saja,” lanjutnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Kaltara Hartono mengatakan, pihaknya setiap hari mengontrol harga di pasaran. Dipastikannya tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan, meski tidak dipungkiri pengawasan harus tetap jalan.
“Harga sembako masih terbilang stabil walaupun ada beberapa yang naik, tapi tidak terlalu. Kita ada tim yang selalu kontrol itu,” papar Hartono.
Selain itu instansi terkait juga harus memastikan ketersediaan bahan makanan pokok atau pangan pokok tetap ada hingga Ramadan berakhir. Pasalnya, kebutuhan atau permintaan jelang hari raya akan jauh lebih meningkat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Wahyuni Nuzband menegaskan, sesuai neraca ketersediaan pangan, stok pangan di Kaltara masih aman. Adapun terjadinya kenaikan harga beberapa kebutuhan, diprediksi karena hasil panen yang kurang.
“Memang biasanya ada kenaikan harga, karena ketersediaan mungkin yang kurang. Itu ada beberapa komoditas yang panen di sana berkurang. Bisa jadi karena kondisi cuaca atau yang lainnya,” kata Wahyuni.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Senin 19 April 2021 dengan judul Harga Sejumlah Komoditas Mulai Naik