Tinggi genangan air bervariasi, mulai dari semata kaki orang dewasa hingga di atas mata kaki.
Pemilik Toko Cahaya Meubel di lokasi sama, Arista Sandy Oslan, mengaku jika genangan air mengganggu aktivitas usahanya. “Kalau begini, mana ada yang mau mampir kan,” keluhnya.
Warga lainnya di Jalan Semangka, Adi, mengaku jika di sana memang kerap langganan digenangi air. Sementara ini, ia mengaku tidak terlalu terganggu akibat kondisi tersebut. “Biasa aja sih. Kalau hujan sedikit juga banjir di sini,” ujar Adi.
Terpisah, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan, Hamka, mendesak agar segera ada perbaikan sistem drainase.
“Perbaikan drainase harus segera dilaksanakan. Kita butuh pembuangan air yang betul betul mengalir. Kami minta kepada instansi terkait agar segera menindaklanjuti persoalan tersebut,” kata Hamka.
Instansi terkait diminta segera memposkan anggaran untuk hal tersebut. “Masalah penganggaran, itu teknis pemerintah daerah. Yang jelas perhatian kita, atensi kita, untuk segera ditangani melalui perbaikan drainase,” ujarnya.
Langkah cepat pihak eksekutif dibutuhkan untuk antisipasi dampak genangan air. Yakni rusaknya permukaan badan jalan.
“Kalau dibiar kan bisa merusak infrastruktur lainnya seperti jalan. Kalau jalan rusak malah harus menyiapkan anggaran lagi untuk perbaikan,” sebut Hamka.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Rabu 24 Maret 2021 dengan judul Tanjung Selor Dikepung Genangan Air