Meskipun kecil kemungkinan Karhutla terjadi di Malinau, tetapi masyarakat tetap waspada terutama tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar tanpa diketahui petugas karena rata-rata kejadian Karhutla disebabkan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Laporkan ketika membuka lahan (dengan cara dibakar). Karena seperti itu biasanya kejadian Karhutla. Api yang tidak terkontrol, bisa menyebabkan merembes ke lahan lain. Kalau membersihkan lahan perhatikan kondisi cuaca dan arah angin. Termasuk menyiapkan langkah antisipasi dan membatasi area lahan supaya apinya tidak menyebar,” kata Ibau.
Saat ini BPBD Malinau bersama stakeholder terkait intens melakukan edukasi kepada masyarakat. Terutama mengingatkan masyarakat akan potensi Karhutla. Upaya itu, merupakan langkah tepat menghindari musibah Karhutla dalam skala besar. “Kami sosialisasi terus kepada masyarakat. Kalau bisa diminta agar tidak membuka lahan secara bersamaan. Karena potensinya sangat besar. Lebih baik buka lahan satu, baru di jaga secara bersamaan. Jadi ketika apinya membesar, bisa ditangani bersamaan,” ujarnya.
Membuka lahan dengan cara dibakar memang cara termudah mengingat tidak membutuhkan tenaga lebih serta biaya yang sedikit. Namun musibah yang ditimbulkan juga sangat berpotensi. Apalagi, melihat cuaca saat ini yang sangat terik sangat memungkinkan karhutla terjadi.
“Memang murah dan mudah kalau dibakar. Tapi potensi kebakarannya juga cukup besar. Lebih baik mencegah daripada terjadi. Karena kalau karhutla terjadi, banyak yang di rugikan. Mulai dari cuaca bahkan bisa merenggut nyawa. Jadi harus memang waspada,” tutup Ibau.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Selasa 23 Maret 2021 dengan judul Cuaca Panas Melanda Berpotensi Karhutla