Pejabat Karantina Pertanian Wilker Bandara Juwata menuturkan pengiriman kayu bajakah mulai marak sejak awal pertengahan tahun lalu. Per bulan, jumlah permohonan yang masuk mencapai ratusan dengan tujuan di seluruh Indonesia.
Sebelum dilakukan pengiriman, kayu bajakah ini dilakukan pemeriksaan fisik terhadap puluhan paket bajakah kering untuk memastikan kayu tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan. “Kayu bajakah yang dilaporkan dalam kondisi kering, tidak berjamur serta dikemas dengan kemasan yang tertutup sehingga layak untuk dilalulintaskan kemudian bisa diterbitkan sertifikat kesehatan,” ujar Umi Ngafifah Rabu (2/9/2020) kemarin.
Kayu bajakah yang keluar melalui Bandara Juwata ini, terbanyak dari hutan Bulungan dengan tujuan mulai dari Aceh hingga Papua. Untuk permintaan merata di seluruh Jawa. Sehari bisa sampai 30 kali permintaan untuk satu permohonan rata-rata 1 kilogram.
Bajakah atau sekumpulan akar-akaran ini dalam bahasa Dayak Ngaju berarti akar-akaran dan dalam bahasa Dayak Maanyan disebutkan wakai atau beberapa ratus spesies tumbuhan pembelit-pemanjat di rimba hutan Kalimantan.
Ramainya permintaan kayu bajakah ini, sejak tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya sukses memperoleh medali emas atas karya ilmiah mereka yang berjudul “Bajakah Tunggal, The Cancer Medicine from Nature” pada ajang World Invention Creativity Olympic (WICO), tahun 2019 lalu. Hasil dari riset ini, didapati jika tanaman bajakah memiliki kandungan senyawa-senyawa fitonutrien yang bisa mematikan beberapa sel kanker. Akhirnya, minat masyarakat di seluruh Indonesia akan kayu bajakah semakin meroket. Penjualan melalui online juga semakin tinggi dan berkelanjutan. Padahal, sebenarnya untuk penggunaan bajakah sebagai obat sudah dilakukan oleh Suku Dayak Ngaju sejak beberapa ratus tahun silam.
Agustus lalu Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Bandara Juwata telah menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan untuk 572 kali permohonan. “Totalnya ada 767 Kg kayu bajakah yang dikirim ke seluruh Indonesia, untuk Agustus lalu ini saja. Tapi, setiap bulan jumlah permohonan beragam, sampai ratusan,” sebut Ngafifah. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di koran kaltara hari Rabu 2 September 2020 dengan judul Pengiriman Bajakah Kering Wajib Lapor Karantina