“Kami belum bisa masuk (pengelolaan), karena belum ada penyerahan dan sampai saat ini masih berproses. Sekarang taman itu masih tercatat sebagai barang milik negara (BMN). Setelah ada serta terima baru menjadi barang milik daerah (BMD). Nantinya pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Bulungan yang akan menunjuk OPD teknis untuk mengelola,” jelas Kula, Senin (24/8/2020).
Taman yang dibangun dari dana APBN itu, kata dia nantinya akan dipastikan peningkatan pengawasan keamanannya. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi fasilitas yang dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. Namun, hal itu baru bisa dilakukan ketika telah diserahterimakan.
Pihaknya memastikan siap mengelola taman tersebut. Termasuk jika nantinya sudah menjadi BMD, maka
"Di taman itu kan sudah ada pos juga dibangun. Nah, nanti akan kita tempatkan personel Satpol PP di sana (taman). Sekali lagi, itu jika sudah diserahkan ke kita,” sebutnya.
Terpisah Bupati Bulungan Sudjati mengatakan, dalam hal pengelolaan pihaknya menunggu sarah terima dari pusat saja. Terkait kerusakan sejumlah fasilitas, ia meminta agar pemerintah melalui Satker terlebih dahulu diperbaiki, sebelum nantinya diserahterimakan ke Pemerintah Kabupaten.
“Kami tidak mau terima kalau dalam kondisi rusak. Ya ini juga mestinya bisa kita jaga sama-sama, jangan sudah bagus malah dirusak, kan buat masyarakat juga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kaltara Dony Fitriandy tak menampik, serah terima taman tersebut memang belum dilakukan, karena masih berproses.
“Jika sudah selesai akan langsung diserahterimakan. Dan setelah itu nanti barulah Pemkab memiliki dasar untuk menganggarkan pemeliharaannya,” kata Dony saat dikonfirmasi media ini.
Terkait perbaikan, Ia mengatakan sudah dilakukan dengan target Mei lalu diserahterimakan. Akan tetapi, berjalannya waktu fasilitas taman nyatanya kembali dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Penulis: */Nurjannah/ Korankaltara
Editor : */Rusdi
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltara edisi cetak Selasa 25 Agustus 2020.