Sabtu, 21/08/2021

Kelompok Petratonik Didorong Optimalisasi Pemanfaatan BSF untuk Budidaya Lele

Sabtu, 21/08/2021

Kelompok Petratonik membudiddayakan BSF sebagai pakan ternak termasuk lele. Kasgot pun dapat dijadikan campuran pupuk untuk tanaman sayur. (Foto: Istimewa/Pertamina RU Balikpapan)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Kelompok Petratonik Didorong Optimalisasi Pemanfaatan BSF untuk Budidaya Lele

Sabtu, 21/08/2021

logo

Kelompok Petratonik membudiddayakan BSF sebagai pakan ternak termasuk lele. Kasgot pun dapat dijadikan campuran pupuk untuk tanaman sayur. (Foto: Istimewa/Pertamina RU Balikpapan)

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN -Kelompok Petratonik diajarkan untuk membudidayakan Lele agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan lalat Black Soldier Fly (BSF). Teknik itu agar kelompok mitra binaan Pertamina RU Balikpapan dan Enviro Strategic Indonesia dapat berkembang.

Selaras pula dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu Tanpa Kemiskinan dan Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi. Dimana Petratonik mengembangkan pertanian dan peternakan terintegrasi dengan memanfaatkan lalat BSF.

Pendamping dari Enviro Strategic Indonesia, Riska Dwi Noviyanti menjelaskan konsep program ini adalah mengenalkan BSF sebagai pakan alternatif tinggi protein untuk jenis unggas atau ikan yang dapat diberikan dalam bentuk segar, kering maupun pelet.

"Produk samping lainnya, yaitu kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos alami untuk pertanian terintegrasi." kata Dwi, Sabtu (21/8/2021).

Hal senada Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU Balikpapan Ely Chandra Peranginangin yang mengatakan pembinaan terhadap kelompok telah dilakukan sejak 2019 yang lalu.

"Konsep awal adalah bagaimana masyarakat dapat turut menjaga lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah organik dan non organik. Sampah-sampah organik kemudian dimanfaatkan sebagai media pengembangan lalat BSF," jelas Chandra.

Anggota kelompok Petratonik sudah mampu membudidayakan BSF dengan baik. "Dapat memproduksi rata-rata 23 kg maggot setiap bulan," ujarnya.

Peningkatan produksi BSF terus dilakukan melalui pengembangan fasilitas pendukungnya. Saat ini sudah terdapat bangunan yang difungsikan sebagai tempat ruang produksi larva dan ruang perkembangbiakan BSF.

Hasil budidaya BSF ini dimanfaatkan kelompok untuk pakan campuran ternak ayam yang dikembangkan menjadi bagian terintegrasi dari program. "Anggota kelompok dapat menjual 184 kg ayam pada panen sebelumnya," terangnya.

Selain itu, kasgot dimanfaatkan sebagai campuran pupuk untuk tanaman sayuran organik. Sayuran yang dikembangkan adalah kacang panjang, kangkung dan telah dilakukan panen sebanyak 5 periode dengan berat 15 kg.

"Potensi pemanfaatan BSF yang lain adalah budidaya lele. Lele dipilih karena siklus panennya relatif pendek dan pasarnya cukup bagus," jelas Chandra.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petratonik Rebu menyampaikan harapannya agar dengan adanya penambahan fasilitas ini, produksi BSF akan meningkat. "Mudah mudahan jauh lebih baik dan lebih besar hasil budidaya BSF-nya." harap Rebu.

Dia juga berharap budidaya lele yang diajarkan saat ini dapat berhasil dan nantinya dapat menambah pendapatan kelompok dan warga sekitarnya.


Penulis: Hendra

Editor : Bambang Irawan

Kelompok Petratonik Didorong Optimalisasi Pemanfaatan BSF untuk Budidaya Lele

Sabtu, 21/08/2021

Kelompok Petratonik membudiddayakan BSF sebagai pakan ternak termasuk lele. Kasgot pun dapat dijadikan campuran pupuk untuk tanaman sayur. (Foto: Istimewa/Pertamina RU Balikpapan)

Share

Berita Terkait