Rabu, 10/06/2026
Rabu, 10/06/2026
Pembukaan IEE Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome yang menghadirkan lebih dari 100 perusahaan dari 10 negara dan memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat industri Indonesia Timur. (Januar/Korankaltim.com)
Rabu, 10/06/2026

Pembukaan IEE Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome yang menghadirkan lebih dari 100 perusahaan dari 10 negara dan memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat industri Indonesia Timur. (Januar/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Solih Januar
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN – Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan industri nasional. Selain menjadi salah satu daerah penghasil energi terbesar di Indonesia, wilayah ini juga didukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai proyek infrastruktur strategis.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series di Balikpapan. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri pertambangan, konstruksi, dan minyak serta gas bumi untuk menjangkau pasar Indonesia Timur yang terus berkembang.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto, bersama perwakilan asosiasi industri dan manajemen Pamerindo Indonesia membuka IEE Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (10/6/2026).
Lebih dari 100 perusahaan, asosiasi, dan organisasi ambil bagian dalam kegiatan ini dengan membawa lebih dari 200 merek dagang dari sedikitnya 10 negara.
Seluruh peserta menempati area pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi yang dirancang sebagai ekosistem industri terintegrasi bagi Kalimantan dan Indonesia Timur.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan transformasi industri energi kini menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.
“Inovasi adalah kunci. Dunia sedang menghadapi perubahan besar. Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, digitalisasi semakin luas, kecerdasan buatan mulai masuk ke berbagai sektor industri, dan tuntutan terhadap efisiensi berkelanjutan semakin tinggi. Tema besar Energy dan Engineering ini sangat relevan untuk membicarakan arah transformasi tersebut,” katanya.
Menurut Bambang, IEE Series dapat menjadi katalis lahirnya berbagai peluang investasi, kerja sama, dan inovasi yang mendukung pengembangan sektor energi dan rekayasa teknik di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan kerja sama baru, investasi baru, inovasi baru, dan solusi baru untuk menghadapi tantangan sektor energi dan engineering. Energi memang menggerakkan pembangunan, tetapi inovasi dan kolaborasi yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah,” ujarnya.
Selain menghadirkan pameran, IEE Series Balikpapan 2026 juga menyelenggarakan berbagai seminar dan forum industri yang membahas isu-isu strategis. Topik yang diangkat meliputi transformasi industri migas, peluang sektor konstruksi dalam mendukung pembangunan IKN, pemanfaatan kecerdasan buatan dan UAV untuk operasional tambang, hingga isu keberlanjutan dan efisiensi industri.
Sejumlah asosiasi turut mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, di antaranya Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kaltim, Asosiasi Chief Engineering (ACE) Kaltim, Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (ASPERMIGAS), Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (PERTAABI), serta Indonesia Construction Architecture Network (ICAN).
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan ekspansi IEE Series ke Balikpapan untuk mendekatkan platform industri dengan pusat aktivitas proyek yang berkembang pesat di Kaltim.
“Sejalan dengan semakin strategisnya peran Kalimantan Timur sebagai pusat pertumbuhan industri, kami berharap acara ini dapat memperkuat konektivitas, mendorong pertukaran informasi, serta membuka peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan industri berkelanjutan,” ujarnya.
Hanung menambahkan, partisipasi lebih dari 100 perusahaan dengan lebih dari 200 merek dagang menunjukkan besarnya potensi Kalimantan sebagai pusat investasi, inovasi teknologi, serta pengembangan bisnis di sektor energi, sumber daya alam, dan infrastruktur.
Gelaran yang berlangsung hingga 12 Juni 2026 tersebut menghadirkan tiga pameran utama, yakni Mining Indonesia, Construction Indonesia, dan Oil & Gas Indonesia. Masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung dari berbagai daerah dapat menghadiri pameran ini secara gratis.
Editor: Erwin
Rabu, 10/06/2026
Pembukaan IEE Series Balikpapan 2026 di BSCC Dome yang menghadirkan lebih dari 100 perusahaan dari 10 negara dan memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat industri Indonesia Timur. (Januar/Korankaltim.com)
TERPOPULER